Langkat Terpilih Sebagai Nominator TPAKD Award 2020, Kemendagri Apresiasi Program Kerja TPAKD Langkat

#jack, stabat

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Langkat mengikuti Assessment TPAKD Award tahun 2020 secara Virtual dari Ruang  LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (18/11/2020).

Para peserta terdiri dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI)/ Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, perwakilan world bank, akademisi Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemn IPB, OJK Pusat dan OJK Regional 5 Sumbagut serta  TPAKD Provsu.

Di kesempatan tersebut, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri M. Ardian N, memberikan apresiasi kepada TPAKD Langkat atas program yang dilaksanakan. Guna mempercepat akses keuangan di daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. “Kami sangat mengapresiasi TPAKD Langkat,”sebutnya.

Dari Langkat, Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui wakil Bupati Langkat H.Syah Afandin mengucapkan terimakasih kepada tim penilai, atas terpilihnya TPAKD Langkat sebagai salah satu nominator dalam TPAKD Award tahun 2020. “Tentunya ini merupakan kebanggan sekaligus refleksi serta motivasi bagi kami untuk terus bersemangat dalam upaya percepatan akses keuangan di kabupaten Langkat,”sebutnya.

Selanjutnya, Wabup menyampaikan, pertumbuhan ekonomi kabupaten Langkat dari tahun 2015 sampai 2019, rata- rata pertumbuhan 5,03 persen lebih tinggi 0,02 poin dibandingkan rata- rata nasional yang tercatat sebesar 5,01 persen. “Untuk tahun 2019 perekonomian Langkat, tercatat tumbuh sebesar 5,07 persen,”ungkapnya.

Sedangkan, PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2019 tercatat sebesar  Rp42,52 Triliun, merupakan yang terbesar ke 3 di Provinsi Sumatera Utara setelah kota Medan  dan Kabupaten Deli Serdang.

Perekonomian Langkat sendiri, di dominasi  oleh sektor pertanian , kehutanan dan perikanan dengan pangsa pasar 38,74 persen disusul sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. “Untuk PDEB per Kapita Langkat pada 2019 tercatat Rp40,81 juta dengan GD ratio tahun 2018 tercatat cukup rendah sebesar 0,25 persen,”sebut Wabup.

Dari aspek sosial dan ketenagakerjaan, Wabup melanjutkan,  per tahun 2019  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 70,76 persen dengan jumlah angkatan kerja mencapai 526.046 jiwa atau sekitar 50,49 persen  dari jumlah penduduk.Sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat sebesar 68,90 persen dengan tingkat penganguran sebesar 5,28 persen. “Untuk penduduk miskin  Langkat pada 2019 tercatat sebesar 9,91 persen,”paparnya.

Sementara, Plh Sekdakab Langkat Musti, pada laporannya memaparkan enam program kerja TPAKD Langkat tahun 2019.

Turut mendapingi Wabup dan Plh Sekda, Asisten II Eksbangsos, Kadis Kominfo, Kadis PMDK, Kadis Pendapatan, Kadis Ketenagakerjaan, Kadis koperasi, Kabag Hukum, Kadis Pendidikan, Disperindag, KCP Bank Sumut Stabat  dan pihak terkait lainnya. ***

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts