Akibat Cuaca Exstrim Ikan Asin Langka

#hendrik-rompas,belawan

Akibat dilaut cuaca sangat exstrim seperti ombak setinggi 4 meter,angin kencang dan hujan deras maka kapal ikan yang melaut tidak bisa mendapatkan hasilnya,dampaknya pengerajin ikan asin dipinggiran Sungai Deli Belawan kekuranga bahan bakunya.

Langkanya ikan yang diperoleh Nelayan tersebut sejak Corona atau Covid-19 melanda Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, ditambah lagi keadaan dilaut cuacanya sangat exstrim. Seperti biasanya,Para nelayan tersebut berangkat kelaut pada sore hari dan pulangnya pada paginihari dan membaqa hasil yang lumayan.

Tapi akhir akhir ini, para nelayan tersebut berangkatnya seperti biasa tapi saat pulang tidak ada membawa hasil dan hanya menghabiskan biaya saja.Banyak nelayan yang menaikkan kapal kapalnya saat ini dipinggiran Sei Deli untuk perbaikan kapal dan alat tangkapnya sambil menunggu cuaca di laut kembali tenang dan bersahabat.

Seratusan pengerajin ikan asin yang di Belawan kini kekurangan bahan baku akibar cuaca exstrim, ada bahan tapi membelinya sangat mahal dan bila dibuat ikan asin dan dijual maka harganya jelas akan mahal pula tapi pembeli tak mau dan masih menerapkan harga yang lama.

Saat ini banyak pengerajin ikan asin yang menutup usahanya sementara akibat harga ikan untuk bahan baku ikan langka dan jika ada itupun harganya mahal.Bahan baku yang bisanya kami di Gabion seperti ikan Selayang kini harganya sekitar Rp 25 ribu jika sebelumnya harganya kami membelinya hanya Rp 17 ribu.

Untuk ikan kepala batu saat ini harganya memcapai Rp 20 ribu dan ikan bijik nangka dengan harga Rp 22 ribu.Jika ikan ikan tersebut kami beli maka setelah diolah dijadikan ikan asin maka dipastikan harganya kami naikkan.Hal tersebut disampaikan,Syaimah pengerajin ikan dibantaran Sei Deli Belawan. ***

Foto tempat penjemuran ikan asin yang kini langka dan mahal. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts