PAD Menurun Signifikan, Penyertaan Modal Pemko Medan ke Bank Sumut Menuai Kritik

#jack, medan

Fraksi PDI P DPRD Medan selaku Partai pengusung M Bobby Afif Nasution menjadi Walikota Medan periode 2020-2024 mulai melakukan kritik tajam terkait kebijakan Bobby soal pengelolaan anggaran di Pemko Medan saat ini. Fraksi PDI P mempertanyakan penyertaan modal ke PT Bank Sumut Rp 100 Miliar ditengah sulitnya keuangan Pemko apalagi masa pendemi Covid 19 saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun signifikan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Robi Barus SE MA dalam rapat paripurna DPRD Medan di gedung dewan, Senin (13/9/2021) kemarin.

Rapat paripurna agenda penyampaian pemandangan umum Fraksi terkait P APBD Pemko Medan 2021 dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE (PDI P) dan dihadiri Walikota Medan M Bobby Afif Nasution.

Dicetuskan Robi Barus, pengeluaran pembiayaan dalam penyertaan modal alasan investasi ke Bank Sumut Rp 100 Miliar dinilai tidak layak. “Alokasi anggaran dalam Perubahan APBD sebesar Rp 100 Miliar dalam keadaan keterbatasan keuangan Pemko Medan saat ini apakah masih layak dilakukan. Mohon penjelasan,” ujar Roby dengan nada serius.

Kritikan Robi Barus sontak membuat peserta sidang agak tercengang. Memang benar, kondisi keuangan Pemko yang sangat terbatas karena sumber PAD yang menurun signifikan akibat pandemi Covid 19. Sangat mengundang pertanyaan kebijakan melakukan penyertaan modal ke pihak ke tiga.

Selain itu kebijakan lain Pemko Medan juga dalam pemandangan umum PDI P melakukan sorotan tajam seperti situasi pertumbuhan ekonomi Kota Medan yang digunakan dalam asumsi perubahan APBD 2021 ini mengalami perlambatan dari 5.81 % menjadi 3,01 %, inflasi mengalami penurunan dari 3,98 % menjadi 2,02 %.

Begitu juga tingkat pengangguran terbuka meningkat tajam 4,82 % menjadi 9,22 %. Sebagaimana disebutkan Walikota terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi Kota Medan serta meningkatnya angka pengangguran diakibatkan banyaknya pusat-pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan yang tutup. Atas penjelasan tersebut Fraksi PDI P dapat memahami dan memaklumi.

Namun tentunya kata Robi Barus, Pemko Medan kiranya mempunyai strategi dan cara untuk mengatasinya. Untuk itu Robi minta penjelasan langkah dan strategi apa yang akan dilakukan saudara Walikota Medan untuk menjaga supaya laju pertumbuhan ekonomi kembali normal, tingkat inflasi dan pengangguran tidak semakin meningkat pada masa pandemi covid-19 sekarang ini.

Selanjutnya, Fraksi PDI P mempertanyakan bagaimana progres penanganan kemiskinan selama Tahun 2021. “Aakah target penurunan angka kemiskinan di akhir 2021 akan tercapai. Terobosan dan langkah antisipasi apa yang akan dilakukan pada APBD perubahan,” sebut Robi.

Sedangkan pada pos pendapatan asli daerah mengalami penurunan sebesar Rp 20.2 Milyard lebih atau = 0,94 %. Dijelaskan penurunan tersebut diakibatkan adanya penurunan penerimaan dari pajak dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. PDI P kembali minta penjelasan dari unit pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mana saja yang mengakibatkan penurunan PAD itu.

Begitu juga soal rasio belanja tidak langsung dengan belanja langsung dalam perencanaannya sudah mendekati tingkatan proporsional sebagaimana yang diharapkan. Hal itu menunjukkan bahwa Pemko Medan telah berusaha untuk meningkatkan rencana program kerja yang lebih menekankan pada pemenuhan kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung dari pada peningkatan belanja aparatur. ***

Print Friendly, PDF & Email