Lingkungan Hidup

Abaikan Ruang Wartawan, Gubernur Edy Rahmayadi ‘Semprot’ Ipunk

#jack, medan,

Terkesan selama ini mengabaikan  kondisi Ruang Wartawan, bahkan semua akses mulai ditutup, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah ruangan di kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu pagi (06/04/2022).

Dari sejumalah masalah yang ditemuinya, Gubernur juga menyempatkan diri meninjau ruangan wartawan (press room) di lantai 1, persis di depan kantin kantor Gubernur Sumut.

Kedatangan Gubernur tentu saja mengagetkan beberapa wartawan yang sedang berada di sana. Didampingi beberapa ajudannya, Gubernur melihat langsung fasilitas ruangan untuk wartawan yang sehari-hari melakukan tugas jurnalistiknya di lingkungan Pemprov Sumut itu.  “Banyak yang belum siap ini. Belum beres ini. Mana Ipunk,” cetus Gubernur.

Tak lama kemudian, Ipunk, panggilan akrab M Fahmuffalah Daulay selaku Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, tiba di ruang press room dengan tergopoh-gopoh serayavmenghampiri Gubernur.  “Siap pak Gubernur,” jawab Ipunk dengan posisi sigap seolah menegaskan kalau dirinya sudah hadir di ruang press room.

Gubernur langsung menatap Ipunk. ” Banyak yang harus kau benahi ini Punk. Harusnya gak kayak gini ini,” ketus Gubernur.

“Siap pak,” jawab Ipunk. “Asal kuperintahkan selalu bilang siap. Tapi gak dikerjakan. Kadang capek aku ngomong sama kelen. Macam gak kelen dengar cakap Gubernur inj,” tegas Gubernur.

“Siap pak,” jawab Ipunk.

Gubernur mengelilingi ruang press room. Satu persatu fasilitas ruangan itu diceknya. “Meja ini kurang panjang. Paling tidak, panjangnya dua kali meja ini. Lalu ditarok kursi-kursi biar enak wartawan kerja,” perintah Gubernur kepada Ipunk.  “Siap pak,” jawab Ipunk.

“Aku mau hari ini dikerjakan,” kata Gubernur.

“Siap pak,” jawab Ipunk.

Gubernur juga menilai perlu dibuat meja panjang di dekat jendela, kemudian diletakkan beberapa komputer.  “Selain terlihat rapi, kan bisa nyaman wartawan buat berita. Kok kek gini kan kesannya melompong begini,” kata Gubernur.

Sama seperti di awal, Ipunk yang mantan Sekda (sekretaris) kota Binjai itupun kembali hanya mengatakan siap. Kemudian Gubernur melihat dapur mini yang biasa digunakan wartawan untuk membuat kopi atau teh manis.  “Tolong ini dirapikan,” kata Gubernur.

Gubernur juga memeriksa dispenser apakah masih bisa dipakai atau tidak. Dengan sigap, salah wartawan yang akrab dipanggil Bikas, mengatakan sudah lama rusak. “Kalau sudah rusak. Kelen buang aja. Ngapainlah di sini bikin semak. Punk, kau ganti ini,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyarankan agar teras pintu masuk ruang press room disediakan beberapa meja dan asbak rokok. “Biar bisa orang duduk-duduk,” kata Gubernur memerintahkan Ipunk.

Di teras pintu masuk ruang press room, Gubernur juga meminta wartawan jika perlu sesuatu untuk kenyamanan press room silakan koordinasi ke Biro Umum.

Sebelum beranjak pergi, Gubernur juga memberikan perbandingan-perbandingan kepada Ipunk berkaitan dengan tupoksinya sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut. “Kalau di militer, kau ini sama dengan Brigjend. Harusnya urusan ini (soal tupoksi Biro Umum), gak harus Brigjend yang turun tapi cukup Kolonel. Tapi ini kok malah Jenderal yang turun. Aku ini Gubernur. Kok Gubernur harus turun ngurusin ini. Harus hari ini kau rampungkan Punk,” tegasnya.  “Siap pak,” jawab Ipunk. ***

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts