Ragam

Sajian Bubur Pedas Tradisi Buka Puasa di Masjid Al Osmani Medan Labuhan

#hendrik-rompas, belawan

Dimasjid AL Osmani,Masjid tertua di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso KM 18 Kelurhan Pekan Labuhan setiap berbuka puasa para Jemaah disuguhkan bubur pedas khas melayu yang sudah berlangsung bertahun tahun lamanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Kenajiran Masjid (BKM) AL Osmani ,Faroni, kepada Wartawan ini Kamis sore (07/04/2022).Bubur pedas tersebut untuk warga yang berbuka Puasa di Masjid yang jumlahnya sekitar 300 orang.

Bubur pedas tersebut sudah menjadi tradisi masyarakat melayu yang ada di Medan Labuhan ini dan sudah lama berlangsung puluhan tahun lamanya.Masih menurut Faroni, bubur pedas tersebut bukan hanya dinikmati warga yang akan berbuka puasa tapi, kami juga menyediakan untuk para musyapir yang singgah di Masjid ini.

Bubur pedas ini dimasak sebanyak 20 kilo beras ditambah dengan berbagai bumbunya antara lain daging sapi,udang,cumi cumi, ikan asin,kacang tanah,kentang,wortel dan daun prai serta bumbunya berupa cabai,bawang merah dan bawang putih,merica,ketumbar dan buah pala.

Memasakya saat ini menggunakan kompor gas,jika dulu memasaknya menggunakan kayu bakar.Hal tersebut disampaikan juru masak bubur pedas,Arsih (60) warga yang tiggal disebelah Masjid AL Osmani di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso KM.18 Kelurhan Pekan Labuhan.

Masih keterangan Arsih, bubur pedas ini setiap tahunnya dia yang memasaknya dan sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan ini merupakan turu  menurun dari orang tuanya.Hitung hitung mencari rezki dan mencari pahala dibulan ramadhan ini.kata Arsih. ***

Foto : Arsih tukang masak bubur pedas. (*)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts