Pariwisata

Sampan Tenggelam Dilanda Hujan Lebat dan Kelombang Laut, Nelayan Sekeluarga Tewas

#hendrik-rompas, belawan

Sepasang suami istri bersama anaknya tewas akibat sampan yang ditumpanginya diguyur hujan deras dan dihempaskan gelombang diperairan Belawan, Rabu (11/05/2022.)

Korban pasangan suami istri tersebut masing masing (24) Istrinya Elpida (22) dan anaknya Elda (3) warga Lingkunga 13 Lorong Pisang Belawan Lama Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan Kota Medan ini tewas setelah sampan yang ditumpangi terbalik dan karam akibat hujan deras dan dihempaskan ombak disertai angin kencang.

Kedua mayat pasangan suami istri ini ditemukan warga terapung dikawasan Sundari disamping dermaga Boat tujuan ke Batang Serai.Warga yang menemukan mayat kedua korban langsung berteriak minta tolong kewarga lain sehingga mengundang puluhan warga.

Petugas Basarnas Medan yang mendengar adanya korban yang tenggelam dan tewas langsung menuju ke TKP dan selanjutnya mengevakuasi korban dibawa kedermaga Satpolairud Polda Sumatera Utara di Jalan TM Pahlawan Belawan.

Sementara anak pasangan suami istri tersebut Elda hingga kini belum ditemukan dan dilanjutkan pencarian oleh warga bersama petugas Basarnas Medan.

Menurut keterangan kakak korban dari istrinyanya, Elprida, malam itu korban bermaksut mengambil bubu ikan yang dipasangnya dikawasan Laut didepan PLTU Sicanang Belawan. Kemudian istri dan anaknya minta ikut mengambil bubu tersebut.

Sekitar setengah jam perjalanan menuju tempat pemasangan bubu secara mendadak datang hujan yang cukup deras disertai angin kencang dan ombak yang tinggi. Tiba tiba sampan bermesin yang ditumpangi pasangan suami istri dan anaknya ini terbalik.

Pasangan suami istrinya kemudian ikut tenggelan bersama sampannya. Rabu 11 Mei 2022 mayat korban ditemukan warga, yang pertama ditemukan istri dan 2 jam kemudian baru mayat suaminya yang ditemukan dalam keadaan terapung apung sementara anaknya hingga kini masih dalam pencarian.

Mayat pasangan suami istri ini oleh Tim Basarnas Medan dan petugas Sar Polairud Polda Sumatera Utara kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk divisum.Sementara itu kakak korban berharap agar warga dan petugas Basarnas Medan dan Tim Sar Polairud Polda Sumatera Utara dimohon mencari kemanakannya yang hingga kini belum ditemukan tersebut. ***

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts