>> hendrik, belawan
Masyarakat Kecamatan Medan Belawan, menilai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menempatkan mantri Bermarga Simanjntak terindikasi “gila” di Puskesmas Belawan. Ttudingan ini dilemparkan warga akibat mantri tersebut mengusir warga yang ingin berobat di puskesmas tersebut, Jumat (11/11) pagi.
Bukan hanya mantri yang gila saja ditempatkan di Puskesmas Belawan itu tapi Puskesmas ini terkesan jorok dan tidak terawatt, alat suntik/spit yang biasanya di pakai untuk menyuntik setiap pasien di letakkan dikamar mandi umum, dalam keadaan kotor.
Atas tindakan mantri yang gila ini warga langsung keluar dari dalam ruangan pemeriksaan kesehatan dan akan mengadukan hal tersebut kepihak yang berkompenten tapi hal ini dicegah oleh para perawat dan petugas yang ada di Puskesmas itu. Para perawat dan petugas sambil membujuk para warga sambil berkata sudahlah jangan diambil open karena itu adalah mantri yang sedang kumat penyakit gilanya.
Puluhan warga yang merasa diperlakukan sewena wena oleh mantri gila ini adalah Iswan-RR yang bermaksut memeriksakan kesehatanya di Puskesmas Belawan ini diusir paksa oleh mantri gila marga Simanjuntak, bukan hanya Iswan-RR saja yang diusir paksa tetapi Baskim Sinuraya yang bermaksut memeriksakan kehamilan istrinya juga mendapat perlakuan yang sama .
Puskesmas Belawan yang terletak di belakang Stasiun Kerta Api terlihat sangat jorok dan tidak terawat ,rumput yang sudah tinggi 1 meter tidak pernah ditebas , sementara pagar yang terbuat dari besi sudah banyak yang dicuri . Ketika masalah keributan ini dikonpirmasikan ke Ka Puskesmas Belawan Dr Brando saat ditemui tidak ada ditempat , menurut salah seorang petugas Puskesmas yang mau disebut namanya ini mengatakan bahwa Dr Brando jarang masuk kantor. ***