>> iswahyudi, medan
Masyarakat Medan yang menderita penyakit mata katarak atau penyakit mata lainnya kini tidak lagi cemas dengan biaya pengobatan yang cukup mahal, pasalnya Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Bandung, Perdami Cabang SUMUT dan PT Sidomuncul tengah mengadakan pengobatan dan operasi katarak gratis di RS Bandung Jalan Mistar Ayahanda, Minggu (19/2).
Kegiatan yang bertemakan ‘gerakan penanggulangan buta katarak di Indonesia, Bantuan operasi katarak bagi 12.000 masyarakat kurang mampu’ ini dilaksanakan YSKI di berbagai kota di Indonesia dengan bantuan dokter-dokter spesialis mata. Kegiatan sosial lainnya juga rutin diadakan seperti baksos, pemasangan kaki dan tangan palsu, bedah rumah, panti rehabilitasi, dan pemberian 1000 susu untuk anak bayi di SUMUT tanpa pungutan biaya.
Hal ini disampaikan oleh dr Annita selaku Kordinator Kemanusiaan YSKI, Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebelumnya sudah disosialisasikan di beberapa RS di Medan dan berbagai kalangan masyarakat sehingga semua penderita penyakit mata dapat ikut serta dalam kegiatan sosial tersebut. Dan ada lebih dari 10 dokter yang tergabung dalam persatuan dokter mata Medan menjadi team dalam pengobatan ini.
“Sosialisai sudah kita berikan, sehingga sebelum kegiatan ini kita sudah mendapatkan 3000 pendaftar kemudian kita screaning siapa-siapa saja yang memenuhi syarat untuk dapat operasi sehingga tersaringlah 75 pasien, namun kita juga tetap menerima pasien yang datang pada hari ini, langsung kita periksa dan operasi jika memenuhi syarat. Untuk pasien yang tidak bisa ikut operasi, tetap akan diperiksa dan diberi obat oleh persatuan dokter mata Medan yang tergabung dalam team”, ungkapnya.
Dikatakannya lagi, bahwa untuk mendaftar menjadi peserta pengobatan gratis tersebut pihaknya tidak mempersulit, tidak harus menunjukan surat keterangan tidak mampu atau surat-surat lainnya. Dan acara ini bukan hanya untuk penderita mata katarak saja, penderita penyakit mata lainnya seperti Glokoma, virus dll tetap bisa mendaftar.
“Kita percaya kalau pasien yang datang kemari pasti orang yang tidak mampu, jadi tidak perlu pake surat keterangan miskin atau lainnya. Untuk pasien setelah operasi juga akan diberi resep obat dan selanjutnya control sampai tiga kali dan semuanya gratis tanpa pungut biaya,” paparnya.
“Semua pasien yang akan dioperasi menunggu diruang tunggu sampai dapat panggilan, dan pihak panitia akan sering-sering memberikan tetes mata yang berfungsi untuk membesarkan kelopak mata, agar nantinya dokter lebih gampang melakukan operasi, sehingga kami sangat mengharapkan kerjasamanya dengan para pasien agar siap,” jelanya lagi.
Disampaikannya juga bahwa setelah ini mereka akan melaksanakan kegiatan sosial lainnya yakni pemberian dan pengukuran kaki serta tangan palsu gratis bagi masyarakat yang cacat dan akan dilaksanakan tanggal 3-4 Maret di klinik YSKI di Jalan Iskandar Muda No 3 A.
Tumianah (37 tahun) warga Mandala By Pass yang selaku pasien operasi mata menyatakan bahwa dirinya terkena penyakit mata Glokoma pada tahun 1995. Selama ini dia mengaku sering merasakan sakit dimatanya dan selalu dibiarkannya karena tidak memiliki dana untuk berobat.
“Mata saya selama ini sering sakit, tapi mau berobat tidak punya biaya. Akhirnya saya dapet info dari forum Tunanetra Medan bahwa ada operasi gratis jadi saya sama suami saya yang juga tunanetra langsung ikut mendaftar, mumpung gratis,”ungkapnya.
Dikatakannya bahwa pada usia 18 tahun Ia sudah sering merasakan keganjilan pada matanya, dan diumur 20 tahun matanya tidak lagi dapat melihat. “Tamat SMP mata saya udah ada gangguan jadi setelah buta itu saya disekolahkan di SLB bersama, kalau suami saya sudah mulai kecil karena penyakit campak, tapi suami saya gak bisa operasi karena beberapa sebab.
Kalau saya sih gak berharap bisa melihat lah, yang penting rasa sakitnya bisa hilang, hidup tanpa mata sudah biasa makanya saya sangat berterimakasih kepada pihak penyelenggaranya,” jelas Ibu dari 2 orang putri yang seharinya jadi tukang pijat tersebut.
Ditempat yang sama Serdi Hutabarat (63 tahun) menyampaikan bahwa dirinya juga sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut namun dirinya sangat gugup mengikuti operasi tersebut.
“Syukurlah ada operasi gratis ini, jadi penyakit katarak saya bisa diobati. Karena saya termaksud tulang punggung keluarga, jadi kalau mata saya kurang jelas lihat seperti sekarang ini sangat mengganggu lah. Suami saya sudah sakit komplikasi,matanya juga udah gak jelas lihat kalau anak-anak kerjanya juga masih gitu-gitu lah, saya juga agak sedikit gugup ini makanya dari tadi ke kamar mandi aja, katanya lamanya Cuma 20 menit sih tapi takut,”tambahnya mengakhiri. ***