Pertanyakan Penyelesaian Tanah

Ratusan Massa Datangi Kantor Direksi PTPN II T Morawa

>> mad,deli serdang
             Tidak adanya kejelasan masala perselesaian tanah, ratusan massa mengatasnamakan Gerakan Tani Persil (GTP) IV Deliserdang dengan menggunakan truk dan angkot lengkap dengan spanduk dan poster mendatangi Kantor Direksi PTPN 2 Tanjung Morawa, Rabu (26/2,sekira pukul 13.30 WIB.
Tujuan dari kedatangan massa tersebut, yang tediri dari petani dan mahasiwa guna mempertanyakan penyelesaian sengketa tanah, antara mereka dengan pihak PTPN 2 atas wilayah seluas lebih kurang 525 hektar, tepatnya di Desa Limau Mungkur yang hingga kini belum ada kejelasan dari Pemerintahan Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu).
"Sampai sekarang masalah tanah belum adanya penyelesainnya yang jelas dari pemerintah, saat ini kami petani disana sudah sangat terjepit sehingga tidak dapat mengelolahnya,"ujar salah satu mengunjuk rasa.
Sedangkan dalam orasinya para pengunjuk rasa menuding akibat permasalah tanah itu, petani kerap mendapat ancaman dan intimidasi dari oknum kepolisian yang bekerja sama dengan sejumlah preman. Menurut mereka, ini adalah bukti dari ketidakmampuan pemerintah, dimana petani masih saja sulit mendapatkan hak-haknya sbagai rakyat.
"Kami menuntut kiranya agar preman serta polisi yang ada disana diusir keluar dari arel, karena selain melakukan intimidasi, kekerasan acap kali dilakukan terhadap petani persil IV Deliserdang. Massa juga menuding PTPN 2 stelah mengembalikan tanah rakyat milik mereka,"ujar mereka.
Staf Humas PTPN 2 Tanjung Morawa Legino secara terpisah menjelaskan, sengketa lahan di kebun Limau Mungkur antara masyarakat dengan PTPN 2 sudah mendapat titik terang," PTPN 2 mengacu terhadap keputusan Peninjauan Kembali (PK) yang dikeluarkan Mahkamah Agung, PTPN 2 berhasil memenangkannya. Kemudian masyarakat mengajukan PK kembali,"ujarnya.
Menanggapi tudingan petani adanya membeking PTPN 2,Kapolres Deli Serdang AKBP Mashudi,menuturkan, keberadaan personilnya di areal yang sedang disengketakan, polisi bertugas melakukan pengamanan." polisi diminta PTPN 2 untuk menjaga pengaman, karna kebun disana kerap dicuri oleh pencuri. Yang minta bantuan PTPN 2," terang Mashudi. ***