>> jack, medan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara Mursito Kabukasuda menilai, GM Panggabean adalah sosok orang yang tidak gentlemen dan tidak bertanggungjawab.
"Banyak persoalan yang dia (GM Panggabean-red) timbulkan di Sumut ini, tapi dia tidak bertangungjawab atas perbuatannya itu dan dia juga tidak gentlemen dalam menghadapi persoalan ini," kata Mursito Kabukasuda kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Senin (2/3).
Jika GM Panggabean seorang yang gentlemen, tegas Mursito, maka dia tidak harus kabur meninggalkan Sumatera Utara, khususnya Kota Medan ini serta harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Politisi Partai Bintang Reformasi ini menjelaskan, banyak persoalan-persoalan yang ditimbulkan oleh GM Panggabean di Sumut ini, tapi dia tidak pernah bertanggungjawab dan malah kabur meninggalkan Sumatera Utara.
"Apakah ini menunjukkan sikap seorang gentlemen yang kabur dari persoalan. Harusnya GM Panggabean itu gentlemen dan bertanggungjawab atas perbuatannya," ujar Mursito.
Ada banyak persoalan yang ditimbulkan GM Panggabean sehingga membuat masyarakat Sumatera Utara resah, sebut Mursito, seperti kasus karikatur Nasib Si Suar Sair yan terjadi pada tahun 2004.
Dijelaskan Mursito, pada tahun 2004, GM Panggabean yang merupakan pemilik Surat Kabar Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) menerbitkan karikatur, dinilai karikatur tersebut menyinggung dan menghina perasaan umat Islam.
"Terjadi aksi demo besar-besaran terkait penerbitan karikatur yang dinilai menyinggung dan menghina perasaan umat Islam tersebut, sehingga aparat kepolisian memeriksa Penanggungjawab Harian SIB dan pembuat karikatur tersebut," kata Mursito.
Tapi dari kejadian ini, kata Mursito, dapat kita lihat GM Panggabean tidak gentlemen dan tidak bertanggungjawab, sebab aparat kepolisian sudah berulang kali memanggil GM Panggabean, tapi yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan polisi tersebut.
"Dimana letak gentlemen dan tanggungjawab GM Panggabean terhadap persoalan yang dia timbulkan. Dan GM Panggabean tidak pernah menunjukkan sikap bertanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukannya," kata Mursito.
Kemudian, papar Mursito, di tahun 2009 ini, GM Panggabean kembali menimbulkan persoalan baru, yakni tentang pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), melalui pemberitaan-pemberitaan di Harian SIB yang terkesan memprovokasi, sehingga muncul demo anarkis pendukung Protap di Gedung DPRD Sumut berujung tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Azis Angkat pada 3 Februari 2009.
Karena itu, pinta Mursito, aparat kepolisian harus menangkap GM Panggabean dan GM Panggabean harus bertanggungjawab atas perbuatannya, sebab sebelum kejadian demo anarkis itu, media Harian SIB menerbitkan berita-berita provokasi. ***