Akibat Tak Ada Petugas dan Gelap

Jalan Lingkar Binjai Jadi Ajang Balapan Liar

>> nona, medan
           Jalan Lingkar Binjai atau yang lebih dikenal sebagai jalan baru yang menghubungkan Kota Medan dan Binjai, saat ini telah berubah fungsi menjadi ajang balapan liar. Ratusan pengendara sepedamotor setiap harinya ‘mempertaruhkan' keselamatan mereka demi memenangkan sejumlah taruhan.
Padahal, balapan liar yang dilakukan senja hari hingga tengah malam itu tanpa dilengkapi penerangan, sebab hampir keseluruhan lampu jalan di daerah tersebut tidak berfungsi, terkesan sengaja dibiarkan oleh pemerintah daerah. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu pengguna jalan lainnya, yang terbilang ramai.
Setiap harinya, puluhan Anak Baru Gede (ABG) yang mengikuti balapan liar ini mulai berkumpul dan bergerombol menjelang pukul 17.00 WIB sore. Tak hanya pria, para ABG wanita pun ikut nimbrung di tempat tersebut, meski hanya sekadar untuk memberi semangat kepada teman-teman mereka.
Meski dijadikan ajang bapalan liar, namun aparat keamanan setempat terkesan ‘tutup mata', ini terbukti tidak adanya aparat berjaga-jaga di lapangan untuk menertibkan aksi tersebut. Meski berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, balapan liar tersebut sudah memakan banyak korban.
Bahkan disebut-sebut, anak Walikota Binjai AU, juga telah menjadi korban dari ajang balapan liar tersebut. Putra kedua AU, disebutkan mengalami kecelakaan saat kembali dari menonton balapan liar di daerah tersebut, dan harus mendapatkan perawatan intensif di Singapura.
Lampu tak Berfungsi
Sementara itu pantauan wartawan, Minggu (14/12), lampu penerangan jalan yang terpasang di sepanjang Jalan Baru, tak satupun yang berfungsi sehingga kondisi jalan menjadi gelap gulita. Kondisi ini tentu saja merugikan masyarakat pengguna jalan, sebab mereka setiap bulannya selalu dikutip pajak penerangan jalan.
Jalan Baru Lingkar Luar Binjai selesai dibangun sekira tahun 2005 silam, dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan diresmikan langsung oleh Wapres Jusuf Kalla. Dengan adanya jalan lingkar luar ini, masyarakat dari Medan yang hendak menuju Kota Binjai, Stabat ataupun ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), menjadi sangat terbantu karena terhindarkan dari macet.
Namun sejak dijadikan ajang balapan liar, masyarakat pengguna jalan, khususnya para orangtua yang memiliki anak ABG menjadi resah. Mereka mendesak aparat keamanan segera menertibkan aksi balapan liar tersebut, agar tidak berjatuhan korban-korban baru. ***