>> youne, medan
Anggota DPR RI asal Sumut, Drs H Hasrul Azwar MM, tampaknya sangat kesal terhadap Pemprovsu yang kini dipimpin H Gatot Pujo Nugroho ST. Rasa kesal itu diisyaratkannya saat ditanya wartawan soal pandangannya mengenai pekerbangan Sumut akhir-akhir ini, di gedung DPRD Sumut, Jumat (17/2).
Pasalnya, kata Hasrul yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI ini, Pemprovsu selama ini terkesan tidak pernah serius mengupayakan pembangunan Sumut. "Tidak mau sungguh-sungguh melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat agar pembangunan lebih banyak mengucur ke provinsi Sumut. Bahkan sejumlah saran pendapat yang disampaikan pun ke Pemprovsu untuk memajukan pembangunan di provinsi ini, nyaris tidak pernah ditindaklanjuti secara serius", kata Hasrul.
Akibatnya, sejumlah rencana pembangunan besar di daerah ini jadi sulit terwujud atau bahkan sama sekali tidak ada yang terealisasi.
Hasrul memberi contoh, seperti pembangunan Bandara Kuala Namu, rencana pembangunan jalan tol Medan-Binjai, tol Medan-Tebingtinggi, pembangunan jalan Natal-Batang toru dan lain sebagainya.
Padahal, lanjut Hasrul Azwar, dia sebagai anggota DPR RI yang ikut di Banggar DPR RI untuk menentukan penggunaan APBN senilai 1.400 triliun, sangat punya kapasitas untuk mengarahkan sebagian dari APBN itu untuk Sumut.
Tapi karena selama ini Hasrul tidak mendapat lobi dari Pemprovsu, Hasrul akhirnya tidak dapat berjuang secara maksimal akibat ketiadaan program pembangunan dari Pemprovsu.
"Di Banggal sana kita bicara program. Program pembangunan untuk Pemprovsu apa? Itu yang tak pernah kita peroleh dari Pemprovsu. Itu kendalanya", kata Hasrul Azwar.
Jangankan untuk menyampaikan program, lanjut Hasrul, untuk melakukan lobi saja pun Pemprovsu selama ini tidak pernah serius melakukan. Baru belakangan ini pihak Pemprovsu ada 2 kali melakukan pertemuan dan terakhir di Hotel Mulia Jakarta yaitu Nopember 2011 lalu. Pada saat itu, para anggota DPR asal Sumut menyarankan agar Pemprovsu membentuk tim yang kerjanya khusus memperjuangkan kue pembangunan ke pemerintah pusat bersama para anggota DPR asal Sumut. namun tim itu sampai sekarang tetap tak ada.
"Makanya kita jadi tertanya-tanya, lalu apa kerjanya aparat Pemprovsu selama ini?" tegas Hasrul.
Ditegaskan mantan pimpinan DPRD Sumut yang kini Wakil Ketua DPP PPP ini, agar kua pembangunan ke Sumut bisa mengalir lebih besar ke Sumut, pimpinan Pemprovsu harus mengambil inisiatif untuk mengumpulkan semua potensi yang ada, termasuk para anggota DPR RI asal Sumut. Kemudian secara bersama-sama menggodok program pembangunan yang akan dilaksanakan dan selanjutnya bersama-sama memperjuangkannya ke pemerintah pusat.
"Inisiatif seperti itu selama ini nyaris tidak pernah lagi ada dilakukan pimpinan Pemprovsu, sehingga membuat pembangunan di Sumut saat ini menjadi sangat lambat", kata Hasrul.
Karenanya, kepada Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho ST, selaku leadershift Pemprovsu saat ini, Hasrul Azwar menyarankan supaya lebih fokus memperhatikan kepentingan masyarakat Sumut sesuai visi visi yang diusungnya bersama Syamsul Arifin saat Pilkadasu lalu, yaitu rakyat tidak bodoh, rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit dan rakyat punya masa depan.
"Visi misi itu sudah disampaikan kepada masyarakat sebagai janji. Maka Gatot harus merealisasikannya, agar tidak dicap rakyat nanti sebagai pemimpin yang lupa atau iongkar janji. Gatot harus bisa memberi motivasi kepada seluruh bawahannya supaya bersama-sama fokus memperhatikan kepentingan masyarakat. Soal Pilkadasu lupakanlah dulu", kata Hasrul Azwar.
Menurut putra Sumut yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI ini, akibat lambannya pembangunan, Sumut kini sudah turun menjadi provinsi kelas 2, setelah lama bertengger di posisi kelas 1.
"Bahkan untuk Sumsel dan Riau saja sudah jauh tertinggal, apalagi bila dibandingkan dengan semua provinsi yang ada di Pulau Jawa," katanya. Hasrul menyebut demikian, karena Sumsel sudah bisa menunjukkan kemampuannya menjadi tuan rumah SEA Games baru-baru ini. "Ini Sumut, jangan membangun berbagai sarana olahraga yang memadai, membenahi Stadion Teladan yang dibangun tahun 1953 saja tak mampu, sampai sekarang kondisinya ttetap seperti kubangan kerbau", kata Hasrul Azwar.
Sedangkan dengan Riau, karena infrastrukturnya saat ini sudah jauh lebih bagus. "Kita di Sumut, untuk menempuh Medan-Tebingtinggi saja sekarang sudah sangat susah karena infrastruktur jalan yang tak memadai, apalagi jalur lainnya? Atas kondisi inilah maka kita sejak tahun 2004 lalu mengusulkan agar segera dibangun Tpl Medan-Tebingtinggi, tapi sampai sekarang tetap tak terwujud. Padahal, apalah susahnya cari investor kalau Pemprovsu mau sungguh-sungguh," kata Hasrul yang juga didampingi anggota DPRD Sumut dari PPP Bustami HS.***