Polmed Harus Siap Mandiri, Bukan Hanya Pencari Kerja

>> kurniawan
        GUBSU H Syamsul Arifin menegaskan keberadaan pendidikan Politehnik harus dapat mencetak lulusan yang siap pakai dan mandiri guna mengurangi ketergantungan untuk hanya mencari pekerjaan jadi pegawai atau pekerja.
        "Selama ini kita lebih banyak teori daripada praktek di lapangan sehingga lulusan pendidikan tinggi banyak yang bingung tidak mampu mandiri dan banyak pengangguran. Pada hal, masih banyak bidang-bidang yang masih memerlukan tenaga terampil yang siap mandiri, seperti bidang pertanian. Selama ini kita masih lebih condong membuka bidang tehnologi pada hal daerah kita sebagai pertanian sangat membutuhkan sentuhan pemuda-pemuda yang trampil di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.
        Penegasan itu diutarakan Gubsu ketika menerima Direktur Politeknik Negeri Medan Ir Zulkifli Lubis M.I,.Comp bersama Pembantu Direktur II M Syahheuddin ST, Pembantu Direktur III Cipta Dharma SE, Pembantu Direktur IV Drs Ir Salamat Sibarani dan Humas Politeknik Freddy Tarigan, Kamis (28/8) di ruang kerja Gubsu Jl Diponegoro 30 Medan guna melaporkan sekaligus mengundang Gubsu untuk hadir pada acara penyambutan mahasiswa baru Polmed tanggal 30 Agustus di Kampus USU Medan.
        Gubsu yang didampingi Kaban Infokom Sumut Drs H Eddy Sofian MAP, Kabid Humas Pimpinan Drs Maringan Tobing mengingatkan perlu pemetaan potensi strategis masing-masing daerah untuk pengaturan komoditi unggulan sehingga setiap daerah punya produk unggulan dan harus diatur sedemikian rupa agar tidak over produksi yang mengakibatkan harga produksi komoditinya anjlok dan tentu merugikan petani.
        Untuk itu Gubsu mengharapkan Kampus/Perguruan Tinggi bisa membantu pemerintah daerah menggelutinya melalui kerjasama dengan balitbang daerah.
        "Sekarang ini orang berlomba banyak titel tetapi tak bisa berbuat. Ini suatu pekerjaan berat yang perlu mendapat perhatian serius perguruan tinggi, sehingga para lulusannya sewaktu dalam bangku kuliah benar-benar dipersiapkan untuk mandiri dan pemimpin, bukan hanya untuk pencari pekerjaan, karena lapangan pekerjan sangat terbatas," tegas Gubsu
Gubsu mengharapkan Polmed siap pakai dan mandiri, bukan hanya menjadi pencari pekerja.
        Ditambahkannya kita harus bisa melihat kesempatan jangan seperti pepatah "tikus mati di lumbung", karena mati kekenyangan tidak tahu membaca situasi.
        Gubsu menantang Polmed untuk bekerjasma dengan Pemprovsu guna mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ke depan, terutama dibidang peningkatan SDM generasi muda.
        Selain itu Gubsu menyoroti dampak negatif dari perkembangan tehnologi dewasa ini, seperti tehnologi komputer yang membuat banyak orang tidak lagi hapal hal-hal penting dan sangat tergantung kepada alat itu karena semua sudah ada di komputer . Pada hal daya pikir otak perlu terus dilatih agar memori ini bekerja baik.
        Sementara itu Direktur Polmed Zulkifli Lubis memaparkan Politehnik Negeri Medan tahun ini menerima 1500 mahasisiwa baru dari berbagai daerah di Indonesia yang tertampung di 11 program studi seperti, tehnik mesin, tehnik sipil, tehnik elektro sejak 1982, akuntasi, perbankan dan keuangan serta administrasi bisni sejak 1986, tehnik telekomunikasi sejak 1987, tehnik energi sejak 1988, tehnik komputer dan manajemen informatika sejak 2007.
        Ditambahklannya jumlah maaaahasiswa yang lulus seleksi rata-rata 1000 - 1300, sehingga jumlah mahasiswa Polmed rast-rata setiap tahunnya berkisar 3000 - 4000 orang, sebelum perkuliahan dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan narkoba, latihan dasar pendidikan kedisiplinan dan orientasi kehidupan kampus.
        Alumni Polmed hingga saat ini berjumlah 8368 yang sebagian sudah bekerja di industri dan perusahaan-perusahaan di Indonesia serta melakukan kerjasama dengan perusahaan BUMN maupun swasta dan masyarakat umum, termasuk dengan internasional seperti swiss, inggris, jerman, australsi dan mal;aysia dan singapura. ***