>> Muhammad, medan
Pernyataan H Gatot Pudjonugroho , sebagai Plt Gubsu di acara Rakerda Angkatan 66 Sumut Tahun 2012 di Hotel Garuda Plaza Medan, bahwa reformasi kebablasan sungguh disayangkan. "Tak pantas seorang pejabat negara menyatakan hal tersebut sebab beliaulah sesungguhnya yang memikul beban tanggungjawab untuk menjalankan reformasi tersebutKalaupun akhir-akhir ini,"ujar Ketua PW Angkatan Muda Ka'bah (AMK) Sumatera utara Aswan Jaya SH kepada wartawan ,Senin (30/1) di Sekretariat PW AMK Sumut Jalan Raden Saleh No 11 Medan.
Aswan menegaskan, kalaupun akhir-akhir ini masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya dan cenderung melakukan kekerasan bukan berarti masyarakat tidak menunjukkan sikap reformatif, namun sebaliknya bahwa pemerintah yang tak mau mereformasi atas segala kebijakan yang telah mereka terbitkan dan merugikan masyarakatnya sendiri.
"Bukankah reformasi ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat di atas keadilan, kemakmuran dan kelestarian lingkungan ! Kemudian aparat negara adalah bagian terpenting dalam pelaksanaan pemerintahan. Ketika aparat negara juga melakukan kekerasan itu berarti negara telah melakukan kekerasan terhadap rakyatnya dan berarti pula negaralah yang tak mampu mereformasi dirinya dan tanggungjawab negara itu ada ditangan para pejabat negara yang sedang menjabat saat ini yaitu Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota dan seterusnya berserta jajarannya,"ujar Aswan.
Oleh kerena itu sebut Aswan Gatot tak pantas menyatakan reformasi kebablasan, " seperti," meludah ke atas kena muka sendiri ".
Berbagai persoalan masyarakat di Sumut adalah tanggungjawab Gubernur untuk terus mereformasinya. Pancasila dan UUD 45 menjamin masyarakatnya menuntut hak-haknya dan negara berkewajiban memenuhi hak-hakkesejahteraan rakyat dan pejabat negara harus menjamin persatuan dan pembangunan tegak di Indonesia dan Sumut khususnya.
Aswan kembali menegaskan apa yang dikatakan Gatot merupakan indikasi kuat bahwa Gatot belum mampu memaknai arti dari reformasi itu sendiri sehingga kami dari AMK Sumut meragukan kepemimpinan Gatot akan mampu membangun Sumut hingga 2013 ini, apalagi untuk lima tahun mendatang. ***