Jumat, 15 December 2017

10 Petani Belajar di BIH Gedung Johor Medan

Subulussalam bakal Punya Penangkar Hortikultura


#ferry, medan
Niat pihak Dinas Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Peternakan dan Penyuluhan (Distanbunkan) Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, memiliki penangkar tanaman hortikultura bakal segera terwujud. Hal itu terlihat dari kedatangan 10 petani Kota Subulussalam, Provinsi Aceh untuk belajar di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Benih Induk Hortikultura (BIH) Gedung Johor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut di kawasan Jalan Karya Jaya Medan, Rabu (4/10/2017).

“Pelatihan selama empat hari ini, mulai Selasa sampai Jumat (3-6 Oktober 2017, red) dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya petani agar bisa menjadi penangkar tanaman hortikultura,” ungkap Kabid Penyuluhan, Harisman Sambo.

Ia menyatakan, Kota Subulussalam sangat membutuhkan penangkar tanaman hortikultura. Selama ini, kebutuhan bibit hortikultura seperti bibit rambutan, durian, kelengkeng, mangga dan lainnya masih dipasok dari wilayah Sumut dan Pekanbaru. "Belanja bibit kita paling banyak ke Sumut," tegasnya didampingi Kasi Materi dan Informasi Distanbunkan Subulussalam, Yusnardi, saat mendampingi para petani di kebun BIH.

Dijelaskannya, peserta yang mengikuti pelatihan di BBIH Gedung Johor merupakan petani yang berprestasi dalam usaha pertanian, baik pangan maupun palawija.

"Mereka ini kita kader untuk menjadi petani penangkar bibit tanaman khususnya hortikultura. Makanya selama pelatihan ini kita harapkan mereka dapat memanfaatkan sebaik-baiknya waktu dan kesempatan yang ada ini, untuk belajar dan berlatih," tuturnya.

Lebih lanjut dikemukakan, bila para petani itu sudah memahami seluk-beluk menjadi penangkar, pihaknya akan menempatkan sementara di Balai Penyuluh Pertanian masing-masing kecamatan Kota Subussalam. Pasalnya, di balai tersebut sudah ada lahan. "Kita akan memfasilitasi peralatan dan bibit untuk dikembangkan," tukasnya.

Seccara terpisah, seorang peserta pelatihan Jasmito (56), petani hortikultura di Desa Pare-Pare Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subussalam mengklaim kerap diikutkan pelatihan di bidang pertanian baik pangan dan hortikultura. "Kita di sini belajar perbanyakan bibit seperti okulasi, sambung, cangkok dan stek untuk komoditi buah-buahan seperti mangga, durian, lengkeng, alpokat dan lain-lain," sebutnya.

Ia mengaku pernah membuka usaha penangkaran bibit jeruk dan karet. Namun, karena sesuatu hal, usahanya mengalami keterpurukan. "Jadi ini kesempatan berharga bagi saya untuk melanjutkan usaha yang sempat terpuruk," ujar peserta transmigrasi tahun 1986 asal Jember ini.

Sebelumnya, Kepala UPTD BIH Gedung Johor, Ir Bahruddin Siregar MM mmenyambut positif upaya pihak Distanbunkan Subulussalam untuk meningkatkan SDM petaninya.

"BIH sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar perbanyakan bibit tanaman hortikultura. Kita juga sering menerima pelatihan dari provinsi luar seperti Pekanbaru, Riau dan Aceh," jelasnya.

Selama pelatihan, kata Bahruddin, para petani diajari cara perbanyakan bibit melalui vegetatif seperti okulasi, cangkok, sambung dan stek untuk komoditas buah-buahan seperti rambutan, durian, sawo, alpukat, lengkeng, kuini barus, duku dan mangga. ***

Teks Foto:
Kepala UPTD BIH Gedung Johor, Ir Baharuddin Siregar MM (tengah) memperlihatkan bibit rambutan hasil perbanyakan bibit secara okulasi kepada para petani Subulussalam di kebun BIH, kawasan Jalan Karya Jaya Medan, Rabu (4/10/2017). Foto Fey