Senin, 23 July 2018

3.302 Sapi dan Kerbau Sumut Diasuransikan


#ferry, medan
Hingga Juni 2018, sebanyak 3.302 ekor sapi dan kerbau di Sumatera Utara (Sumut) masuk Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK).

“Target tahun 2018 mencapai 5.000 ekor. Jadi, masih ada kesempatan untuk mengasuransikan 1.698 ekor sapi dan kerbau di waktu yang tersisa sampai akhir tahun,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Ir Dahler Lubis MMA, di ruang kerjanya, Senin (9/7/2018).

Ia menjelaskan, sebanyak 3.302 ekor sapi dan kerbau yang diasuransikan itu berasal dari 12 kabupaten/kota di Sumut, yakni Langkat (697 ekor), Deliserdang (346 ekor), Serdangbedagai (396 ekor), Simalungun (135 ekor), Batubara (202 ekor), Asahan (159 ekor), Labuhanbatu (453 ekor), Tapanuli Selatan (75 ekor), Mandailing Natal (231 ekor), Padanglawas Utara (349 ekor), Tanah Karo (228 ekor) dan Dairi (31 ekor).

“Premi per ekor sapi atau kerbau berkisar Rp200 ribu per tahun. Tapi peternak hanya membayar asuransi Rp40 ribu per ekor, sisanya disubsidi pemerintah,” tuturnya.

Dahler merinci, dari premi senilai Rp40 ribu per ekor per tahun yang dibayar peternak, terkumpul dana senilai Rp132.080.000. Sementara, total keseluruhan premi AUTSK hingga Juni 2018 senilai Rp660.400.000.

Melalui asuransi, kata Dahler, banyak manfaat yang akan diperoleh peternak. Bila ternak mati karena sakit atau cacat akibat kecelakaan lalu-lintas, maka peternak bakal menerima santunan senilai Rp10 juta. Begitu juga kalau ternak dicuri atau pun hilang, akan diganti sesuai aturan yang berlaku.

Pihaknya masih terus melakukan sosialisasi kepada peternak di Sumut agar mau mengikutsertakan ternaknya untuk diasuransikan. “Peternak jangan pernah berpikiran merugi untuk ikut asuransi karena manfaatnya sangat banyak,” tandasnya.***