Jumat, 15 December 2017

Dinas TPH Sumut Fokus ke Labuhanbatu


#ferry, medan
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), M Azhar Harahap SP MMA, menyambut positif pelaksanaan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 tingkat Sumut yang bakal berlangsung di Labuhanbatu, Kamis (12/10/2017). Pasalnya, kabupaten itu sedang menjadi perhatian pihak Dinas TPH Provsu dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan.

“Tahun 2016, produksi padi Labuhanbatu berkisar 160.215 ton Gabah Kering Giling (GKG) dari total produksi padi Sumatera Utara yang mencapai 4.610.097 ton GKG. Produktivitasnya juga sekira 50,25 kwintal per hektar. Itu yang menjadikan kita fokus ke Labuhanbatu, selain kabupaten lainnya,” papar Azhar Harahap di ruang kerjanya kawasan Jalan Jenderal Besar AH Nasution Medan, Rabu (11/10/2017).

Selain itu, lanjutnya, pada musim tanam periode Oktober 2016-Maret 2017, Labuhanbatu juga mencatat prestasi. Dari target tanam seluas 12.290 ha, kabupaten ini justru merealisasikannya hingga 18.131% (147,52%). Sementara, target pertanaman Sumut pada periode ini berkisar 523.042 ha dan terealisir 494.027 ha (94,45%).

“Pada periode April-September 2017, Labuhanbatu juga mampu melebihi target luas tanam yang berkisar 18.864 ha menjadi 19.391 ha atau sebesar 102,80 persen,” tuturnya lantas menambahkan, target luas tanam Sumut periode April-September 2017 sekira 534.958 ha dan terealisir sekira 498.171 ha (93,04%).

Atas pertimbangan tersebut, kata Azhar, Dinas TPH Provsu melakukan beragam kegiatan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan di kabupaten itu. Beberapa diantaranya seperti bantuan kegiatan kedelai sebanyak 4 ton, budidaya padi inbrida sebanyak 25 ton, budidaya jagung hibrida sebanyak 22,5 ton, 3 unit sarana pengolahan pupuk, 2 unit combaine harvester berukuran besar, 3 unit pengembangan irigasi, 30 unit traktor roda dua, 3 unit embung pertanian, 13 unit pompa air, 4 unit rice transplanter, 2 unit cultivator dan 16 unit hand sprayer.

“Luas baku lahan sawah di Labuhanbatu berkisar 24.318 hektar. Kita berharap, bantuan itu bisa meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan di kabupaten itu,” sebutnya.

Ia menegaskan, swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas dalam pembangunan pertanian di Sumut. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan Indonesia harus mampu swasembada pangan sampai tahun 2018. Satu hal yang mendorong pihak Dinas TPH Provsu melakukan sejumlah upaya peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura.

Salahsatunya, menjaga harmonisasi percepatan tanam yang selama ini telah berlangsung baik untuk masa tanam berikutnya. Kemudian, mengoptimalkan lahan kosong, menerapkan teknologi tepat guna untuk peningkatan produktivitas mutu dan nilai tambah produk pertanian serta penerapan Perda Sumut No 3/2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan dalam rangka Mencegah Alih Fungsi Lahan Pertanian.

“Kita juga berupaya mengoptimalkan alat dan mesin pertanian serta menerapkan tumpang sari padi ladang atau jagung di lahan perkebunan,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPH Provsu, Juwaini SP MMA, mengaku program Upaya Khusus (Upsus) berperan penting dalam peningkatan produksi tanaman pangan, termasuk padi. Apalagi, Sumut berpotensi dalam pembangunan pertanian, terutama tanaman pangan dan hortikultura. "Peningkatan luas tanam serta mendongkrak produktivitas di daerah sentra produksi padi kita harapkan bisa mendorong pencapaian target produksi," tandasnya.***

Foto: Kadis TPH Provsu, M Azhar Harahap SP MMA. Foto Fey