Rabu, 23 May 2018

Gunakan Sistem Canggih dan Pertama di Indonesia

Gubsu Apresiasi Karantina Ikan Bandara Kualanamu


#jack, medan

Gubsu Dr Ir Erry Nuradi MSi mengapresiasi terobosan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandara Kuala Namu yang melakukan modernisasi sistem pengawasan dan pelayanan secara terintegrasi. Dengan sistem canggih berbasis x ray dan warehouse pertama di Indonesia tersebut diharapkan meningkatkan sistem pengawasan.

Hal tersebut disampaikan Gubsu saat menerima Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Medan I, Senin (12/2) di ruang kerja Gubsu Lt. 10 Kantor Gubsu. “Saya mengapresiasi BKIPM Bandara Kualanamu yang  telah melakukan modernisasi dengan melengkapi sistem pengawasan dan pelayanan secara terintegrasi berbasis warehouse,” ujar Tengku Erry.

Dikatakan Erry, fungsi pengawasan di bandara akan semakin optimal dengan moderinasi sistem pengawasan terintegrasi yang dilakukan karantina ikan bandara kualanamu. Diceritakan Gubsu Erry, misalnya menurut informasi bahwa banyak baby lobster yang merupakan hasil pembenihan di Sumatera Utara yang di ekspor keluar negeri dan dibesarkan di luar negeri.

“Padahal pembenihannya ada di dalam negeri, mestinya pembenihan dan pembesarannya ada di dalam negeri. sehingga menjadi nilai tambah untuk dalam negeri. Demikian hal-hal seperti ini yang memerlukan pengawasan,” ujar Gubsu yang didampingi Kadis Perhubungan Provsu Anthony Siahaan, mewakili Kadis Kanla Provsu pejabat Eselon III Dinas Kanla Provsu dan Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Dra Indah Dwi Kumala.

Hadir dalam kesempatan itu  Ka. Subbag Tata Usaha BKIPM Medan I  Heni Ramadhani, SE dan Ka. Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi .

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu BKIPM B Medan I Ir. Anwar, M.Si mengatakan bahwa Balai karantina Ikan Medan I akan melaunching sistem pengawasan, pelayanan dan pemeriksaan produk karantina ikan  yang berbasis warehouse dan x ray. “Sistem ini menggunakan teknologi dan terintegrasi dengan semua lini untuk memodrenisasi sistem pemeriksaan yang selama ini dilakukan secara manual,” ujarnya.

Dikatakannya dengan sistem yang akan dilauncing ini akan menimbulkan efisiensi yang sangat tinggi terhadap distribusi produk khususnya perikanan yang akan di lalu lintaskan melalui bandara kuala namu.

Selain itu lanjut Anwar dengan terintegrasinya x ray daripada Avsec Kuala Namu dengan monitor Karantina ikan. Sehingga bagasi-bagasi ataupun tentengan bawaan penumpang yang akan melalui Bandara Kuala Namu akan mampu dideteksi juga oleh karantina yang melalui x-ray dan avsec AP II.

Selain itu juga Karantina Ikan juga berhasil mengkoneksikan dengan x-ray bea cukai kuala namu. Sehingga penumpang-penumpang yang datang dari luar negeri dapat dideteksi Karantina ikan. ***