Rabu, 23 May 2018

Kami Diberi Izin Berdagang Selama Ramadhan


#azhar,asahan

Pedagang kaki lima yang berada di seputaran Pasar Inpres I jalan Diponegoro Kisaran batal di gusur. Meski urung, penertiban PKL tetap dilakukan. Kabid Trantib Sat Pol PP Kabupaten Asahan Siti Rosmita Hasibuan menjelaskan, penertiban PKL tetap dilakukan.Lapak PKL diberikan batas  toleransi sepanjang 2 meter dari bibir parit. 

"Dari hasil pertemuan Pak Bupati (Taufan Gama Simatupang) dengan pedagang, PKL dibenarkan berjualan selama Ramadhan. Hanya saja harus tertib, mebgikuti batas lapak yang ditentukan, yaitu 2 meter dari parit," kata Rosmita saat di temui awak media, di Kisaran, Rabu (16/5/2018).

Ditempat yang sama Ketua  Komunitas Pedagang kaki lima (KOMPAK 5) Asahan Arnes Arbain mengatakan kita apresiasi sikap Bupati Asahan yang bijak menghadapi persoalan masyarakat kecil dan memberikan izin berdagang kepada pedagang kaki lima selama bulan Suci Ramadhan.

"Pesan kami kepada Bupati Asahan tetaplah jaga kesehatan,tetap memikirkan masyarakat kecil dan semoga tetap Sehat selalu,"ujarnya.

Salah satu pedagang kaki lima Zakaria Simangunsong yang di dampingi istrinya Sri Wahyuni mengatakan terima kasih kepada Bupati yang telah mengizinkan kami berjualan di Seputaran Pasar Inpres I tepatnya di jalan Diponegoro Kisaran.

"Terima kasih buya,dengan diberinya izin kami bisa berjualan selama bulan Ramadhan di seputaran Pasar Inpres I ini,"kata Zakaria.

Seperti di ketahui sebelumnya para pedagang siap berjuang mempertahankan lapak-lapak PKL nya jika Satpol PP melakukan penggusuran.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan tersebut,ratusan personil Satpol PP bekerjasama dengan TNI/Polri dikerahkan. ***