Rabu, 19 December 2018

Masyarakat Binjai Masih Sulit Dapatkan Gas 3 Kg

Di Binjai Timur Masyarakat Beli Rp. 25-28 Ribu


#lia, binjai

Kelangkaan gas 3 kilogram terus terjadi di Kota Binjai, masyarakat masih sulit untuk mendapatkan gas 3 kilogram.  Untuk mengantisipasi kelangkaan ini, Pemko Binjai kembali menggelar operasi pasar di sejumlah titik yang ada di Kota Binjai, Jumat (13/10/2017).

Kali ini, Pemko Binjai menggelar operasi pasar gas 3 kilogram di kantor Kelurahan Tangsi, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota.

Camat Binjai Kota, Hj. Erni Siswati S.Sos mengatakan, dalam operasi pasar kali ini, setiap masyarakat yang ingin membeli gas 3 kilogram diwajibkan membawa kartu keluarga (KK) sebagai bukti kalau masyarakat tersebut memang benar berdomisili di Kelurahan Tangsi.

"Jadi ini ada sayaratnya, yakni masyarakat harus membawa KK, jadi kalau tidak ada KK, makanya tidak diizinkan membeli gas di Kelurahan Tangsi," ujarnya.

Untuk Kelurahan Tangsi, pihaknya menyediakan 40 tabung gas 3 kilogram yang akan dibagikan kepada masyarakat dengan haraga Rp 16.000 perkilogram.

Basri salah seorang masyarakat sangat berterimakasih dengan adanya operasi pasar yang digelar oleh Pemko Binjai ini. "Kita sangat merasa terbantu dengan dilaksanakannya operasi pasar ini, sebab saat ini gas begitu langka di Kota Binjai," pungkasnya.

Masyarakat Binjai Timur Beli Rp.25-28 Ribu

Sementara itu, masyarakat di Kelurahan Tunggurono dan Sumber Karya, Kecamatan Binjai sangat mengeluhkan kelangkaan gas 3 kilogram terus saja terjadi. Di era ini, sepertinya pemerintah tidak mampu mengatasi kelangkaan  gas yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“ memang betul masyarakat saat ini sangat sulit mendapatkan gas 3 kilogram, kalaupun ada pihak pedagang menjual kepada masyarakat dengan harga Rp 25 ribu sampai 26 ribu, “ ungkap Marlina salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Menyikapi kelangkaan ini, Direktur Eksekutif LSM For People Samsudin Damanik, Jum’at (13/10/2017) di Binjai mengatakan Pemko Binjai (Bagian Perekonomian ) yang membidangi pengawasan penyaluran gas di Binjai dinilainya tidak bekerja, sehingga wajar saja kelangkaan gas 3 kilogram masih terus terjadi. Menurutnya, untuk mengawasi penyaluran gas pemerintah sudah memberikan anggaran ke bagian Perekonomian Pemko Binjai , mengapa  tidak ada tindakan tegas terhadap pangkalan-pangkalan nakal yang diduga sebagai dalang langkanya gas 3 kilogram  di Binjai, ujar Samsudin heran.

Lanjut Samsudin,  ia juga mempertanyakan, apakah qouta gas 3 kg yang disediakan PT.Pertamina  tidak mencukupi  untuk mensubsidi kebutuhan  masyarakat, atau gas tersebut dijual pihak pangkalan ke perusahaan, beber Samsudin. ***

Foto : Masyarakat Antri untuk mendapatkan gas 3 kilogram di Binjai. ***