Rabu, 23 May 2018

Merger Bank Century tak Penuhi Syarat


#ferry, medan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menegaskan, proses merger Bank Century tidak memenuhi syarat.

“Kasus dugaan korupsi Bank Century tidak hanya pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, tapi juga mergernya Bank Century menjadi salah satu faktor terjadinya tindak pidana korupsi,” ungkapnya usai kegiatan Festival Konstitusi dan Antikorupsi di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Selasa (15/5/2018).

Ia menjelaskan, pihak KPK fokus untuk menyelidiki 10 nama terkait kasus itu. “Century itu sudah jelas diputusan Budi Mulya, ada nama-nama di situ. Tinggal bagaimana nanti kami menyikapinya, seperti apa nanti kan penyidik punya taktik dan strategi,” sebutnya.

Agus menyatakan, penyidik KPK akan berdiskusi lebih dulu untuk setiap kasus yang ditangani. “Tiap kasus tuh penyidik berdiskusi, setelah bertemu, setelah masuk penyidikan diskusi dengan jaksa penuntut umum kemudian bagaimana kami susun taktik dan strateginya saja," ujarnya.

Sekadar inforrmasi, kasus Bank Century kembali mencuat setelah putusan sidang praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memerin¬tahkan pihak KPK memproses hukum selanjutnya dalam kasus tersebut. Pihak KPK juga diperintahkan untuk menyidik dan menetapkan tersangka kepada Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan sebagaimana tertuang dalam dakwaan atas nama Budi Mulya.

Diketahui, penanganan perkara Bank Century oleh KPK mendapat sorotan tajam karena hingga kini baru satu orang, yakni Budi Mulya, yang dihukum. Pada Juli 2014, ia divonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan. Di tingkat banding, hukuman itu diperberat menjadi 12 tahun penjara, dan diperberat lagi di kasasi menjadi 15 tahun penjara.

KPK sebenarnya juga menetapkan kolega Budi Mulya, Siti Fadjrijah, menjadi tersangka. Namun, yang bersangkutan meninggal dunia sebelum sempat disidang. ***

Foto Int