Kamis, 22 November 2018

Pembongkaran Pedangang K5 Skycroos Pilih Kasih


#sabar – binjai

Sebanyak 34 pedagang yang mendirikan lapak di bawah Gedung Skycross Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, kemarin (5/7/2018)kamis malam. Akibatnya, pedagang tersebut bingung mau menjajakan lapaknya di mana.

Sementara di sebelah lagi tidak di bongkar pedangang kaki5 juga menghakibatkan 34 padangang k5 kecewah dengan sikap pemko kenapa terjadi pilih kasih.

Sehingga Pemerintah Kota Binjai bersama kalangan legislatif gelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas persoalan tersebut. ‎Menurut salah satu pedagang k5, Ajo Kuniang (60), rencananya para pedagang mau dipindahkan ke lantai 2 Gedung Skycross.

"Mulanya tanggal 16 Juli mau digusur, tapi kok malah digusur sekarang (5/7/2018). Kami digusur karena Pak Wali susah lewat, makanya begini," kata pedagang yang berjualan kaset ini, Jum'at yang lalu(6/7/2018).

Menurut dia, pedagang enggan direlokasi ke lantai 2 Gedung Skycross. ‎"Saya bermohon agar tetap berjualan disitu. Kami inginnya tetap (tidak direlokasi)," sambung dia.

Dalam RDP itu‎ dihadiri Sekretaris Daerah Kota Binjai, Mahfullah Daulay yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Binjai, HM Sajali dan dihadiri Ketua Komisi C Irfan Asriandi. Sekda menyatakan, Pemko Binjai mengabulkan keinginan pedagang untuk tetap berjualan di bawah Gedung Skycross hingga Senin (16/7/2018) mendatang.

"Bapak dan ibu pedagang sudah menyalahi aturan berjualan. Musti pindah dari tempat sekarang," kata bekas Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Binjai ini.

Menurut dia, pedagang Pasar Tavip yang berjualan di pinggir jalan karena menjadi korban kebakaran pun dipisahkan ke Gedung Skycross. Bahkan Sekda berjanji, akan menjamin putaran ekonomi pada Gedung Skycross terjadi.

"Nanti kita usahakan mengejar bagaimana pembeli hadir di tempat ibu-ibu," ujarnya.
Kata Sekda, pelaporan tersebut sudah menumpuk hingga 1 tahun lamanya. Bunyi laporan tersebut bahwa pejalan kaki sulit berjalan.

"‎Tidak mungkin berjualan disitu. Kita cari solusi lain. Tidak bisa memberikan soal garis, dipungsikan sebagai jalan. Gabisa saya janjikan berlokasi jualan situ lagi," sambungnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Binjai Corruption Watch, Gito Affandi menyesalkan sikap penegak Perda yang menggusur paksa pedagang. "Pedagang lain seperti mendapat perlakuan istimewa oleh Pemko Binjai sehingga aman bahkan bebas merenovasi dan memperluas kios yang dihuninya," katanya.

Dia menuding, Pemko Binjai melindungi pedagang kelas menengah atas Sehingga aman dari penggusuran tersebut.

"Faktanya bangunan Skycross yang dibangun untuk menampung pedagang kaki lima dan bangunan skycroospungsinya sama -sama menampung pedangang K5 .kenapa pihak pemko membokar pilih kasih ,kok hanya satu di bongkar kok tidak dua duanya di bongkar sebelah kanan dan sebelah kiri.

Sehingga bangunan sia-sia terjadi pilih kasih untuk pedangang k5 hanya sepihak pemko menertifkan padangang K5.sehingga bangunan gagal di pungsikan percuma Anggaran habis setidaknya lebih Rp23 miliar dan itu mubazir," pungkasnya. ***