Senin, 18 June 2018

Pengembangan Industri Manufaktur Lemhanas RI

Pemprovsu Buka Acara FGD Sinergi Kebijakan


#jack, medan

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir Tengku Erry Nuradi MSi yang diwakili Asisten Pemerintahan Setdaprovsu Drs Djumsadi Damanik membuka acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Deputi Pengkajian Strategik Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) hari ini (7/3/2018) di Hotel Grand Swissbell Medan.

FGD tersebut mengangkat topik “Akselerasi transformasi ekonomi berbasis industri manufaktur guna meningkatkan kemandirian dan daya saing dalam rangka ketahanan nasional”.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik, Gubsu Erry Nuradi sangat mengapresiasi Lemhanas RI atas inisiatif dan terlaksananya FGD ini di Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Lebih lanjut, Jumsadi Damanik memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemprovsu untuk mengoptimalkan pertumbuhan industri manufaktur di wilayah negeri berbilang kaum ini.

Mulai dari penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sumut tahun 2017-2037, mendorong perubahan iklim investasi sumut, mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN), mengeluarkan kebijakan peningkatan daya saing industri, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan industri baru, peningkatan produktivitas dan daya saing produk UKM dan unggulan daerah serta pengembangan kawasan industri ekonomi khusus.

“Suatu negara dikatakan sebagai negara yang maju, apabila industrinya tangguh. Melalui FGD ini, semoga tercipta masukan-masukan yang konstruktif dalam upaya mewujudkan industri manufaktur Provsu yang maju dan bersaing,” pungkas Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik dalam sambutannya. FGD berlangsung sangat intens dan menarik. Hal ini tampak dari antusiasme para peserta yang hadir saat memberikan pertanyaan, masukan, maupun kritik.

Acara kemudian ditutup oleh Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI Prof Dr Ir Djagal Wiseso Marseno M.Agr dengan mengucapkan terima kasih hadirin yang datang dari berbagai latar belakang. Diantaranya stakeholder, akademisi, birokrat, pebisnis, pemerintah dan komunitas. Hasil FGD akan dikaji lebih dalam di Lemhanas RI dan disusun dalam bentuk rekomendasi kebijakan kepada pemerintah supaya nanti bisa diimplementasikan di Sumut.

Teks Photo : Pidato Gubernur Sumatera Utara yang berjudul "Sinergi Kebijakan Dalam Pengembangan Industri Manufaktur" yang dalam hal ini dibacakan oleh Assisten Pemerintahan Setdaprovsu, Drs. Jumsadi Damanik, SH, M.Hum, Rabu (7/3/2018). Acara yang dilaksanakan oleh Lemhannas RI ini mengambil Tema "Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Industri Manufaktur guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing dalam rangka Ketahanan Nasional".