Jumat, 15 December 2017

Penggunaan Tol Trans Sumatera Medan-Binjai Molor


#lia, binjai

Pengoperasian Jalan Tol Medan-Binjai yang rencananya akan segera dibuka di Seksi Helvetia dan Sei Semayang pada Selasa (10/10/17) lalu, ternyata hanya kabar barang alias molor

Hingga kini, jalur tol tersebut belum juga dibuka dan kendaraan belum bisa melintas di jalan tol tersebut. Padahal, sebelumnya, Manager Proyek PT Hutama Karya, Hestu Budi mengatakan kalau akhir September, jalan tol tersebut sudah dapat dilalui masyarakat.

"Urusan yang diatas lah itu, saya juga tak tau, kata Pak Gubernur tanggal 15," ujarnya saat disinggung kepastian peresmian Jalan Tol Medan-Binjai oleh Presiden Jokowi.

Wali Kota Binjai, M Idaham SH. Msi bersama Gubernur Sumut, T Erry Nuradi beberapa hari lalu sudah meninjau langsung Jalan Tol Medan-Binjai, namun pengoperasiannya hingga kini belum juga dilakukan.     

Menurut Kepala Cabang Jalan Tol Medan-Binjai, Rubiantoro, masyarakat dapat melintas jalan bebas hambatan ini setelah diresmikan oleh Presiden Joko widodo. Namun, belum dapat dipastikan kapan peresmian itu akan dilaksanakan.

"Pada dasarnya, secara operasional dinyatakan siap. Setelah diresmikan, langsung kita buka," ujarnya di pintu gerbang tol Medan-Binjai.

Jika nanti beroperasi, masyarakat yang masuk dari pintu gerbang tol Helvetia, dapat tiba di Kota Rambutan dengan menempuh waktu 8 menit., bebernya.

Dia menegaskan, agar masyarakat yang ingin melintas di ruas Jalan Tol Medan-Binjai harus dengan menggunakan kartu yang dapat diperoleh di Indomaret. Alasannya, guna mengurai antrean panjang pada pintu masuk masing-masing gerbang tol.

"Harus pakai kartu. Bank-bank juga menyediakannya, BNI, Mandiri, BTN, BCA. Saat mulai traffic, perbankan juga sudah menjual kartu itu di sini (pintu gerbang Tol Binjai). Jadi memang harus pakai kartu," ungkapnya.

Dia melanjutkan, Jalan Tol Medan-Binjai yang pengerjaan proyeknya dipercayakan kepada PT HK, nantinya setelah beroperasi tidak dikelola oleh Jasa Marga. Melainkan PT HK. Alasannya, kata dia, Jalan Tol Medan-Binjai merupakan bagian dari penugasan pemerintah rezim Jokowi-JK yang termasuk dalam Tol Trans Sumatera. Kata dia, dari Lampung hingga Aceh, PT HK yang ditunjuk sebagai pengembangnya yang penunjukkan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden.

"Untuk ruas Medan-Tebingtinggi, itu beda. Yang mengelola anak perusahaan Jasa Marga. Konsorsiumnya, namanya Kuala namu Tol. Kalau disini Hutama Karya yang mengelola," ujarnya.

Ketika disinggung berapa tarif kenderaan melintas jalan tol, menurut Rubiantoro kalau mengenai itu, masih menunggu sampai ada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum. Disebut-sebut tarif tersebut Rp750/km  yang harus dirogoh dari kantong masyarakat saat melintas jalan bebas hambatan tersebut.***