Minggu, 21 October 2018

Peresmian PT Balai Lelang Internusa Perwakilan Medan

DRPD Sumut Berharap Balai Lelang Beri Solusi


#iswadi, medan   

DPRD Sumatera Utara berharap PT  Balai Lelang Internusa (BLI) sebagai balai lelang swasta dapat memberi solusi bagi masyarakat Medan dan Sumut pada umumnya terhadap pelaksanaan lelang objek hak tanggungan.

“Kita berharap  ada keberpihakan kepada masyarakat agar jangan sampai nanti ada korban lelang yang mengadu ke dewan,” kata anggota DPRD Sumut Nezar Djoeli dalam sambutan mewakili Ketua DPRD Sumut pada peresmian PT Balai Lelang Internusa kantor Perwakilan Medan di Komplek CBD Polonia Medan, Sabtu pekan lalu.

Nezar menyebutkan, beberapa waktu lalu seorang pengusaha pemenang lelang barang sitaan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Sumut mengadu ke DPRD Sumut karena  terhambatnya pengelolaan objek sebidang tanah dan bangunan yang diperolehnya melalui lelang yang dilakukan PUPN Sumut dengan Perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) .

Padahal, sebut ketua Komisi A membidangi pemerintah dan hukum itu, pengusaha yang telah menang lelang melalui prosedur KPKNL tersebut sudah mengeluarkan Rp 24 miliar untuk dapat memenangkan lelang.

“Namun upaya pengusaha yang beritikad baik untuk mengelola aset yang diperolehnya melalui lelang itu terkendala karena adanya masalah HGB di atas HPL,” kata Nezar.

Karenanya ia berharap agar PT Balai Lelang Internusa kantor perwakilan Medan dalam operasionalnya dapat melaksanakan tugas, fungsi dan perannya dengan baik dalam melaksanakan lelang, terutama dalam melakukan lelang aset pemerintah.

“Harus lebih hati-hati dalam  melakukan lelang aset pemerintah. Kita berharap badan lelang  berpihak kepada  rakyat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah ini,” sebut Nezar. 

Sebelumnya Presiden Direktur PT Balai Lelang Internusa Ali Vitali dalam sambutannya mengatakan,  dalam dua tahun ini  banyak tantangan yang dihadapi. Namun demikian,  ke depan juga makin banyak peluang yang dapat diraih BPT BLI.

“Karena itu, perusahan sangat percaya kantor perwakilan Medan dalapat melakukan  yang terbaik dalam menjalankan operasional sebagai badan lelang,” katanya.

Menurut Ali, ada beberapa faktor kenapa objek yang dilelang tidak cepat laku, di mana salah satu kendala adalah masalah harga. Padahal, properti pasti ada pembeli, hanya saja terbentur masalah angka. 

“Karena itu, perusahaan akan terus meningkatkan nilai tambah, apalagi kantor pusat juga melayani klien bank pemerintah seperti Mandiri, BNI dan perbankan swasta. Kita tidak takut jual porperti karena  kita ada investor yang bisa 'resale',” katanya. ***