Jumat, 15 December 2017

RDP di DPRD Sumut Masalah Lahan Eks Terbakar Pasar Aksara

Pedagang Minta Dibenarkan lagi Berdagang


#jack, medan

Pedagang pasar Aksara Medan minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberi izin untuk dapat berjualan kembali di lahan eks pasar Aksara terbakar. Pasalnya, bangunan tersebut sudah dihancurkan dan belum ada kepastian terkait peruntukkan pembangunan selanjutnya.

Hal ini dikatakan Perwakilan Pedagang Pasar Aksara Medan, Saut Turnip dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi B DPRD Sumut dengan BPN Deli Serdang, BPN Medan, PD Pasar Medan dan PT Aksara Jaya Indah (AJI) di ruangan aula DPRD Sumut, Rabu (11/10). RDP dipimpin Wakik Ketua Komisi B DPRD Sumut, Jenny Berutu dan anggota, Richard Sidabutar, Siti Aminah Peranginangin. 

"Kami minta diperbolehkan masuk ke lokasi untuk berjualan dan tidak lagi berjualan di badan jalan. Kalau nanti memang akan ada pembangunan, kami siap untuk keluar kembali," ujarnya. 

Pedagang juga menyesalkan pemagaran di seluruh lokasi tersebut. Karena sebelumnya hanya lahan milik PT AJI saja yang dipagar, tapi sekarang sudah semuanya padahal tidak ada kegiatan pembangunan di dalamnya.  "Kita kecewa kenapa harus dipagar semua, kita masih punya hak disitu. Kami tidak tahu siapa yang magar di lahan yang menjadi milik Pemko itu," katanya. 

Hal ini, lanjutnya berkesan kalau pemilik lahan yakni PT AJI dan Pemko Medan memberi jawaban bahwa lokasi Pasar Aksara tidak akan dibangun kembali dan pedagang tidak memiliki hak. 

"Bahkan 3 hari yang lalu tim Pemko Medan sudah menafsir harga tanah di eks RS Martondi, tapi yang punya tanah tidak mau. Kenapa Pemko Medan tidak beli saja lahan PT AJI. Ini kan artinya bahwa memang Pasar Aksara tidak dibangun kembali," katanya. 

Perwakilan PT AJI, Yusuf Hakim mengatakan, pihaknya melakukan pemagaran di lokasi tersebut yang menjadi milik mereka yakni masuk di kawasan Deli Serdang dan di eks kawasan parkir. 

"Sampai sekarang belum ada kepastian untuk dibangun kembali pasar Aksara nya. Informasi yang diterima katanya 3-4 tahun mendatang tapi belum tahu juga kelanjutannya," kata Hakim. 

Tidak Jelas

Sementara dalam RDP juga diketahui, lahan eks pasar Aksara belum terdaftar hak alasnya di BPN Sumut.  "Belum terdaftar, tapi lokasi semua terbakar itu milik Deli Serdang," ujar Saut Simbolon perwakilan Kanwil BPN Sumut.

Sujono mewakili Kepala Kantor BPN Deli Serdang, mengungkapkan, lahan Pasar Aksara dimiliki PT AJI dengan memiliki 2 hak yakni sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1.998 meter persegi dan Hak Guna Bangunan (HGB) selias 5.692 meter persegi dan sertifikat ini bersampingan. Sedangkan sisanya kemungkinan milik Pemko Medan yang dahulunya untuk lokasi lahan parkir. 

Perwakilan Biro Perlengkapan dan Aset Setda Medan, Joko Hendi menyatakan, luas lahan pasae Aksara yang menjadi milik Pemko Medan seluas 4 ribu meter persegi. 

Dari Hasil RDP, Jenni Berutu mengatakan, rapat akan dilanjutkan kembali dengan mengundang seluruh pihak yang berwenang khususnya Walikota Medan.  Hal ini untuk mempertanyakan rencana Pemko Medan terhadap lahan pasar Aksara tersebut. 

"Kami harap PD Pasar menyikapi hal ini dengan cepat. Nanti kami akan undang lagi, kita mau tau peruntukannya untuk apa ini," katanya. ***