Jumat, 15 December 2017

Walikota Binjai Akan Tutup Pangkalan Gas Nakal ,


#lia, binjai

Wali kota Binjai, HM Muhammad Idaham menegaskan dirinya akan menindak tegas pihak pangkalan yang  mencoba mengambil  keuntungan pribadi, sehingga menyebabkan  sulitnya masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg. Hal itu diungkapkannya setelah mendapat laporan terkait langkanya gas elpiji akhir-akhir ini di Binjai, Kamis (5/10/2017).

Dia meminta kepada agen gas untuk tidak mempermainkan harga gas dan tidak menimbun gas. Bila dia menemukan agen gas nakal, akan menutup pangkalan tersebut dan mencabut izinnya, kata Idaham.

Dijelaskan Idaham, Pemko Binjai saat ini telah melakukan  operasi pasar  untuk mengantisipasi kelangkaan gas. "Operasinya dilaksanakan di enam titik di lima kecamatan,ujarnya.

Pedagang gas, Bastian mengatakan sudah 14 hari, agen tidak mengantarkan gas ke warungnya. Biasanya, dia menerima kiriman setiap hari sebanyak lima tabung gas ukuran tiga kilogram.

"Sudah dua minggu tidak ada kiriman gas. Saya ngak tau alasannya, biasa mereka yang antar," katanya.

Sementara itu, sejumlah masyarakat Lingkungan II, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, mengaku sangat kecewa dengan pihak pangkalan gas elpiji 3 kg di kawasan itu. Pasalnya, masyarakat disana sering tidak mendapatkan jatah gas elpiji tersebut.

Menurut pemilik kedai sampah yang tidak ingin menyebutkan identitasnya kepada Central, Kamis (5/10) menjelaskan sudah dua minggu ini tidak mendapatkan jatah dari pangkalan yang berada di Jalan Sukarno-Hatta KM 17, Keluarahan Sumber Karya, Binjai Timur. Padahal sebelumnya, dalam satu munggu kedainya mendapatkan jatah 10 gas elpiji Kg untuk dijual kepada masyarakat. Menurut sumber, gas elpiji itu dijual ke Keluarahan Tanah Merah, Binjai Kota, sehingga masyarakat lingkungan II, Kelurahan Tunggurono kehabisan jatah gas, ujar sumber. ***