Rabu, 23 May 2018

Akibat Gagal Dicalonkan Sebagai Paslon Gubsu-Cawagubsu 2018

KPU Sumut Siap Menghadapi Gugatan JR Saragih - Ance


#wasgo, medan                              

Komisi Pemilihan umum (KPU) Sumut siap menghadapi gugatan JR Saragih yang berpasangan Ance Selian balon pasangan calon (bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut tahun 2018.

Pasalnya, dari hasil rapat pleno terbuka KPU Sumut di Hotel Grand Mercure, Senin (12/2) Jalan Perintis Kemerdekaan Medan tentang pengumuman penetapan pasangan calon Gubsu dan Wagubsu 2018 menyatakan pasangan JR Saragih-Ance tidak lolos mengikuti Pilkada yang diselenggarakan Rabu 27 Juni 2018 mendatang, karena terganjal oleh legalisir ijazah SMA milik JR Saragih yang tidak diakui Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Kita siap menghadapi gugatan pasangan JR Saragih-Ance. Soalnya, tindakan kita sesuai perundang-udangan yang berlaku," kata Ketua KPU Sumut Mulia Bunerea didampingi anggota KPU lainnya yakni Yulhasni, Iskandar Zulkanain, Benget Silitonga dan Nazir Salim Malik usai mengumumkan hasil rapat pleno terbuka terkait penetapan pasangan calon Gubsu dan Wagubsu 2018.

Selain itu, Mulia mengatakan, hasil rapat pleno terbuka yang diselenggarakan mensahkan pasangan Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) yang diusung enam partai politik  yaitu PKS, Hanura, Golkar, PAN, Gerindra, dan NasDem dengan kekuatan 60 kursi DPRD Sumut.  dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus diusung dua partai politik yaitu PDI Perjuangan dan PPP dengan jumlah kursi di DPRD Sumut 20 kursi, mengikuti pesta demokrasi serentak di Sumut pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang.

"Kita tetapkan kedua pasangan ini dikarenakan dokumennya memenuhi syarat (MS), sementara JR Saragih-Ance yang diusung tiga parti politik yaitu Demokrat, PKB dan PKPI berkasnya tidak memenuhi syarat (TMS)," jelas Ketua KPU Sumut ini dengan pengawalan ketat dari kepolisian.
Lebih lanjut disebutkan, dikatehuinya berkas legalisir ijazah SMA JR Saragih ketika dilakukan perifikasi faktual ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ternyata, sambungnya, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tidak pernah melakukannya. "Mereka tidak mengakui melegalisir ijazah JR Saragih," sebutnya. 
Sementara JR Saragih-Ance sebelum meninggalkan rapat pleno terbuka KPU kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan menggugat KPU Sumut. "Saya akan melayangkan surat gugatan terhadap KPU Sumut melalui Bawaslu terkait pembatalan pencalonan sebagai Gubsu 2018 oleh KPU Sumut," tegas JR Saragih. Seraya meminta kepada 2,5 juta pendukungnya untuk tetap tenang jangan melakukan tindakan melanggar hukum.
"Mari kita tetap tenang dalam menghadapi situasi dan kondisi ini. Percayakan masalah ini kepada pihak yang berkompeten karena semua masalah dapat diatasi secara arif dan bijaksana," ujarnya. ***