Jumat, 15 December 2017

Berantas Aksi Begal yang Semakin “Liar” dan Berbahaya

DPRDSU: TNI, Polisi dan Masrakat Harus Bersatu


#jack, medan

Sekretaris Komisi A DPRD Sumatera Utara, Sarma Hutajulu SH berharap aparat kepolisian maupun TNI bersama lapisan masyarakat harus bergandengan tangan memberantas aksi begal yang semakin marak di sejumlah daerah khususnya di Kota Medan. Hal ini diperlukan demi memberangus dan membasmi habis aksi begal.

"Aparat baik polisi maupun TNI bersama masyarakat harus bersatu dan berkomitmen memberantas aksi begal yang marak saat ini. Karena aksi begal ini lebih berbahaya dan sangat sadis bila terus dibiarkan,"kata Sarma Hutajulu menjawab wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (9/10/2017).

Sarma mengemukakan itu menyikapi semakin maraknya aksi begal di dearah khususnya di Medan. Seperti dialami Wita Astusi (31) sempat mengalami kritis menjadi korban aksi 2 begal sadis itu, saat dirinya mengendarai motor di Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Senin (2/10) malam sekira pukul 11 malam. 

Sarma mengaku sedikit kecewa dengan kinerja kepolisian yang terkesan masih belum tegal memberantas dan mengantasipsi aksi begal di daerah. Terbukti, sebut politisi PDI Perjuangan ini, dirinya menerima broadcast yang disinyalir dari pihak kepolisian berupa imbauan kepada masyarakat agar tidak menghindari sejumlah titik rawan begal di Medan.

"Ada sejumlah titik rawan yang disampaikan dalam brodcast tersebut. Namun brodcast tersebut justeru semakin membuat cemas dan ketakutan bagi masyarakat untuk keluar rumah pada malam hari apalagi melewati jalan yang disebutkan,"katanya.

Untuk itu, Sarma berharap kepada kepolisian hendaknya jangan hanya sekadar menyampaikan pesan dan larangan soal titik-titik rawan begal di Medan. "Namun pihak kepolisian seharusnya mensiagakan pasukannya di daerah titik rawan tersebut,"kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini. 

Meski demikian Sarma juga menyatakan bahwa pemberantasan aksi begal di Medan membutuhkan peran serta elemen aparat lainnya yang melibatkan masyarakat. "Sudah saatnya perlu dihidupkan kembali Pamswakarsa di daerah khususnya Medan. Selain itu, walikota Medan juga sudah saatnya membuat Medan ini menjadi kota terang benderang. Hidupkan lampu-lampu jalan yang selama ini banyak yang padam,"katanya.

Selain itu, Sarma juga menyatakan perlunya pemerintah daerah mengalokasikan anggaran pengamanan antisipasi begal. "Sehingga kita harapkan masyarakat benar-benar terayomi dan hak rasa amannya tidak tersakiti khususnya kaum perempuan yang belakangan ini khawatir dengan maraknya aksi begal ini,"ujarnya. ***