Senin, 23 July 2018

Diduga Melakukan Gratifikasi :

Tujuh ASN Kabupaten Labusel Terjaring OTT


#yasmir, kotapinang

Tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (09/07/2018) sore, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Berantas Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.

Ketujuh ASN itu, ditangkap petugas dari dalam salah satu ruangan (kemungkinan ruangan bendahara, red) Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan di komplek perkantoran pemerintah kabupaten setempat, disekitar Desa Sosopan Kecamatan Kotapinang.

Informasi yang sempat beredar melalui pesan singkat di aplikasi Whatsapp menyebutkan, OTT ini diduga terkait pungutan liar (Pungli) dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2018, sebesar 20% atau diduga menyangkut gratifikasi dilakukan beberapa oknum.

Sejumlah sumber mengungkapkan, tujuh orang petugas kepolisian dari Polda Sumatera Utara, tiba di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan sekira pukul 15:30 WIB. Petugas kemudian masuk ke salah satu ruangan diduga ruangan bendahara.

Setelah mengamankan ke tujuh ASN tersebut, petugas dari Tim Saber Pungli ini, langsung membawa tujuh ASN tersebut, ke Markas Kepolisian Sektor Kota (Mapolsekta) Kotapinang. Lima diantara ASN itu, disebut-sebut menjabat Kepala Puskesmas dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. 

Mereka yang disebut-sebut Kepala Puskesmas itu, diantaranya Kepala Puskesmas Desa Tanjung Medan inisial ES, Kepala Puskesmas Kelurahan Langgapayung inisial YH, Kepala Puskesmas Desa Aek Goti inisial ST, Kepala Puskesmas Desa Mampang inisial J, Kepala Puskesmas Desa Ulumahuam.

Selain mengamankan tujuh ASN, polisi juga mengambil sejumlah berkas dan telah di bawa ke kantor Polsekta Kotapinang.

Kepala Kepolisian Sektor Kota Kotapinang, Kompol SM Sitanggang saat dikonfirmasi wartawan, belum bersedia memberikan. Dia tidak membantah ada sejumlah orang yang terjaring OTT. “Seluruhnya sudah dibawa ke Polres Labuhanbatu, berkas yang dititip di Polsekta,” ucap Sitanggang. ***