Rabu, 19 September 2018

Poldasu Kembali Panggil Komite Sekolah SMA-2 dan 13


#jack, medan

Terkait adanya dugaan Korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di SMA Negeri 2 dan 13 Medan tahun 2017, Polda Sumatera Utara terus melakukan penyelidikan, kali ini polisi ada memanggil sejumlah anggota komite kedua sekolah tersebut.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan kepada wartawan membenarkan kalau pihaknya, pada Selasa (9/1/20180 melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota komite SMA Negeri 2 Medan. “Iya benar, ada kita periksa hari ini,” terang MP Nainggolan, Selasa (9/1/2018) siang.

Dikabarkan, komite sekolah yang dipanggil untuk dimintai keterangan salah satunya bendahara komite sekolah berinisial AG, namun Mantan Kapolres Nias ini mengaku belum mengetahui siapa saja nama-nama yang diperiksa kali ini.

“Nama-namanya saya tidak tahu, tapi ada diperikaa hari ini,” ujar dia.

Sambung dia, pemeriksaan saksi-saksi saat ini atau sebelumnya masih dalam proses lidik. “Intinya ini masih lidik, belum penyidikan,” terang dia.

Sebelumnya, Polda Sumut juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dengan adanya dugaan korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di SMA Negeri 2 dan 13 Medan.

Dari SMAN 13 Medan sendiri sudah dilakukan pemeriksaan terhadap orang tua murid sebanyak 6 orang, guru PNS 1 orang, pegawai honorer 1 orang mantan Kepsek 1 orang dan ketua komite sekolah. Sedangkan dari SMAN 2 Medan yang diperiksa orang tua murid sebanyak 3 orang, guru PNS sebanyak 1 orang, wakil kepala sekolah, mantan Kepsek 1 orang dan ketua komite.

Dari hasil penyelidikan sementara, sebutnya bahwa dugaan suap yang dipersangkakan kepada Kepsek dalam hal PPDB diluar kelulusan yang ditetapkan oleh Kadis Pendidikan Provsu diperoleh fakta dari keterangan para orang tua murid bahwa dikenakan biaya sumbangan komite yang diserahkan setelah peserta didik baru diterima di sekolah tersebut.

Poldasu sendiri akan melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap 7 orang anggota dan bendahara komite SMA Negeri 13 dan 2 Medan untuk mengetahui penerimaan uang Komite yang dipungut dari para orang tua murid.

Seperti diketahui, bahwa Polda Sumut sejak pertengahan Desember 2017 sudah memeriksa sejumlah orang dalam rangka proses hukum siswa ilegal di SMAN 2 dan SMAN 13. ***