Rabu, 19 September 2018

Sebarkan Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial Facebook

ASN dari Labuhanbatu Selatan Ditahan


#yasmir, rantauprapat

Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu, menahan Sup aliar Par (51), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Kabuoaten Labuhanbatu Selatan, berdasarkan laporan polisi nomor LP/275/II/2018/SU/Res-LB tanggal 26 Februari 2018.

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resor Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang, dalam keterangannya kepada wartawan,bSenin (12/3/2018) siang.

Menurut Frido, Sup alias Par, ditahan karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan, melalui media sosial (medsos) dalam hal ini facebook.

"Sesuai laporan tersebut Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan dan penyidikan. Diketahui, Sup alias Par memiliki akun facebook. Diakunnya itu, tersangka yang merupakan aparatur ASN di salah satu dinas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, telah membagikan satu vidio dari akun orang lain, atas nama An Mo", ujar Frido. 

Modusnya, ujar Ka Polres, Sup alias Par, membagikan vidio berdurasi 25 detik. Isi vidio tersebut, berupa ujaran kebencian, kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Atas dasar itulah, tersangka Sup alias Par dilaporkan ke Polres Labuhanbatu.

Dari laporan tersebut, Polres Labuhanbatu, menurut Frido, melakukan penyelidikan dan penyidikan. Selain itu penyidik telah meminta keterangan dari ahli, yakni ahli bahasa, ahli tulisan dan ahli ITE. Serta pengakuan tersangka menyebutkan, pihaknya memiliki akun di medsos.

AKBP Frido Situmorang SH SIK saat paparan kasus di depan kantor Sat-Reskrim Mapolres Labuhanbatu, Senin (12/3/2018) siang menyebutkan, atas perbuatannya tersangka dipersalahkan melakukan tindak pidana, sebagaimana ditetapkan pada pasal 45 huruf A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor 19 tahun 2016.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti, yakni 3 (tiga) lembar kertas foto hasil screnchoot akun facebook atas nama tersangka, 1 (satu) buah flash disk berisi video berdurasi 25 detik, 1 (satu) unit HP android merk Xiaomi Type X4 warna hitam berikut 2 buah kartu SIM Telkomsel.

Terkait dengan kasus dugaan ujaran kebencian ini, kepada masyarakat, Ka Polres menghimbau agar tidak mudah terpancing atau terpengaruh dengan postingan-postingan di media sosial. "Masyarakat harus lebih jeli dalam hal bermedia sosial. Selidiki dan cermati dengan baik atas apa yang dilihat dan diperoleh", tegasnya. ***