Sabtu, 16 December 2017

Terjaring OTT Bupati Batubara Ditangkap KPK


#iswadi, medan

Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain ditangkap KPK di rumah dinasnya. Arya diduga menerima suap terkait pengurusan sejumlah proyek.

Bupati independen dua periode itu diciduk saat komisi anti rasuah tersebut melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Batubara, Sumatera Utara (Sumut). Total ada 7 orang yang ditangkap dalam operasi OTT itu.
"Ada sejumlah uang juga yang kita amankan. Indikasinya penerimaan arau hadiah janji tersebut terkait dengan adanya fee pengurusan sejumlah proyek di sana," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2017).

Febri menyebut total ada 7 orang yang ditangkap. Namun dia tidak merinci siapa saja yang ditangkap.
Febri hanya menyampaikan bila para pihak yang ditangkap itu dibawa ke Polda Sumatera Utara (Sumut) untuk menjalani pemeriksaan awal.
Febri menyebut di antara 7 orang itu ada unsur penyelenggara negara serta unsur pejabat daerah yaitu kepala dinas dan dari swasta.
"Ada unsur kepala daerah sebagai penyelenggara negara. Tentu sekarang proses pemeriksaan masih dilakukan, pemeriksaan awal," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan penangkapan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain. Dia ditangkap karena diduga terlibat transaksi uang haram.
"Betul, detailnya tunggu konferensi pers besok," kata Syarif.

Namun hingga saat ini belum diketahui kasus apa yang melatarbelakangi OTT itu. Selain itu, belum diketahui jumlah uang yang disita.

Diperiksa di Mapoldasu

Usai ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumatera Utara (Sumut).  Arya menjalani pemeriksaan awal sebelum nantinya diterbangkan ke Jakarta.

OK AZ merupakan Bupati Batubara dua periode. Dia terpilih pada Pilkada Batubara tahun 2008, bersama pasangannya Gong Matua Siregar.
Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu menang kembali pada pemilihan bupati 2013, bersama pasangannya Harry Nugroho. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam setelah OTT untuk kemudian menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap tersebut.***