Rabu, 19 December 2018

Tersangka Alkes Cipta Depari Menyerah di Kejari Binjai


#sabar, binjai

Tersangka kasus Alkes RSUD Djoelham 2012, Cipta Depari menyerahkan diri ke Kejari

Binjai, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 11.17 WIB. Dia menyerahkan diri setelah berbulan-bulan meninggalkan rumahnya dan tidak masuk kerja. Buronan Kejari Binjai ini menjabat sebagai Unit Layanan Pengadaan saat kasus itu terjadi.

Kepala Tim Penyidikan Korupsi Alkes RSUD Djoelham, Herleny Siregar  SH. mengatakan kepada. beberapa media bahwa Cipta hadir di Kejari Binjai tanpa konfirmasi apa pun. "Tiba-tiba Cipta Depari Datang. Saya kaget," katanya di Kejari Binjai.

Setelah melapor ke Satuan Pengamanan, Cipta katanya langsung menemui Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar untuk berbincang.

Menurutnya, selama berada di pelarian, Cipta sering berpindah-pindah di sekitar sumatra utara Katanya Cipta terakhir berada di suatu tempat di tempat kelahirannya di kawasan perkampungan tertentu. "Saya lupa nanya di mana tepatnya lokasinya," katanya.

Setelah Cipta Depari menyerahkan diri, buronan Kejari Binjai hanya menyisakan satu orang, yakni Dr Mahim yang masih buron.

Dari tujuh tersangka, Suryana Res dan Teddy Low berhasil ditangkap setelah sebelumnya melarikan. Tersangka lainnya, Feronica dan Budi Asmono tidak ditahan karena kooperatif. Sedangkan Suhadi Winata telah ditahan karena tersangkut kasus lain.

Sebelumnya Kejari Binjai menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi Alkes 2012, mereka yakni mantan Direktur RSUD Djoelham Mahim Siregar, Pejabat Pembuat Komitment, Suriyana Res, Unit Pengadaan Layanan, Cipta Depari,  Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Suhadi Winata, Kepala Cabang Kimia Farma Medan tahun 2012, Budi Asmono, Direktur PT Mesarinda Abadi, Teddy Low dan Direktur Petan Daya Medica Feronica.

Photo. Cipta Diruang kejaksahan Intel di lantai 2.