Senin, 18 June 2018

Akibat Banjir Lahar Dingin Gunung Sinabung Terus Melanda

Jembatan Desa Gurukinayan Tertimbun Batu dan Lumpur


#jack, medan

Anggota DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mengatakan, jembatan utama menuju Desa Gurukinayan  Kecamatan Payung  Kabupaten Karo diperkirakan dalam waktu dekat akan tertimbun bebatuan, pasir dan lumpur yang dimuntahkan   lahar dingin erupsi Gunung Sinabung yang terus-menerus melanda Tanah Karo.

“Jembatan yang dulunya  tingginya sekitar 10 meter dari dasar sungai Lou Borus ke permukaan  jembatan, dengan panjang berkisar 15 meter, kini  hanya 1 meter dari dasar sungai dan hampir rata dengan badan jembatan. Jika tidak segera dilakukan pengerukan, jembatan terancam tertimbun,” ujar Baskami Ginting kepada wartawan, Jumat (9/3) di DPRD Sumut seusai melakukan kunjungan ke Desa Gurukinayan.

Berkaitan dengan itu, politisi PDI Perjuangan Sumut ini mendesak instansi BWSS (Balai Wilayah Sungai Sumatera) untuk bergerak cepat melakukan pengerukan, agar  tidak  membahayakan bagi pengguna jalan, jika lahar dingin datang secra tiba-tiba.

“Menurut pengakuan warga,  pernah terjadi hujan lebat bersamaan dengan datangnya lahar dingin, luapan air sungai bercampur material banjir lahar dingin meluap sampai di permukaan jembatan. Diperkirakan, dalam waktu dekat kalau banjir lahar dingin terus terjadi, jembatan utama menuju Desa Gurukinayan yang merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai zona merah akan tertimbun,” tandas Baskami.

Menurut Camat Payung Jepta Tarigan yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/3/2018)  membenarkan, timbunan material banjir lahar dingin erupsi Gunung Sinabung tela mendekati  ketinggian jembatan. Bahkan areal persawahan dan perladangan warga disekitar jembatan juga sudah tertimbun.

“Banjir lahar dingin ini sangat besar terjadi, kalau bersamaan dengan datangnya hujan. Tidak tertutup kemungkinan kalau jembatan ini nantinya bisa tertimbun, jika tidak segera dilakukan pengerukan oleh instansi terkait seperti BWSS,” tegasnya.

Pantauan langsung wartawan,  sebagian masyarakat masih tetap melakukan aktifitasnya di kawasan zona merah tersebut dengan tujuan ke pancuran pemandian  dan ke areal perladangan, walaupun memiliki resiko yang sangat berbahaya. Sementara di lokasi jembatan, masih terlihat sejumlah alat berat melakukan pengerukan  endapan lumpur dan pasir di aliran irigasi dan ada juga mengambil material pasir dan batu di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Lau Borus. ***

Tertimbun: Jembatan Lou Borus menuju Desa Gurukinayan Kecamatan Payung terancam tertimbun batu dan pasir material banjir lahar dingin erupsi Gunung Sinabung yang terus menerus melanda Tanah Karo. */*)