Minggu, 21 October 2018

Dinas ESDM Sumatera Utara Ingatkan :

Ada Potensi Tanah Longsor di Daerah Ini


#yasmir, rantauprapat

Beberapa daerah di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan dan Asahan,  berpotensi terjadinya pergerakan tanah / tanah longsor. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (EDDM) Propinsi Sumatera Utara, ir Zubaidi MSi, terbitkan surat peringatan tanggal 07 Agustus 2018. 

Surat peringatan ini viral di media sosial. Khususnya di facebook.  Namun kebenaran surat ini belum terkonfirmasi. 

Dalam suratnya itu, Zubaidi menyebutkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Minerak Republik Indonesia tanggal 06 Juli 2018 menyampaikan peta lokasi potensi pergesekan tanah / tanah longsor.

Katanya, peta potensi pergesekan tanah / tanah longsor memuat informasi umum diseluruh wilayah di Indonesia. Peta potensi gerakan tanah, disusun berdasarkan hasil tumpang susun (ocerlay) antara peta zona kertanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Bdan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Pemutakhiran peta akan dilakukan setiap bulan, dan dapat diakses secara langsung melalui situs : Error! Hyperlink reference not valid. ucap Zubaidi dalam keterangannya melalui suratnya itu.

Sementara di lampiran surat Kepala Dinas ESDM Sumatera dituliskan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, potensi gerakan tanah tersebut berada di Kecamatan : Aeknatas, Kualuh Hulu, Kualuh Selatan dan Nasembilan-sepuluh. Dengan potensi gerakan tanah menengah, kecuali untuk Aeknatas berpotensi menengah, tinggi. Sementara di Kabupaten Labuhanbatu Selatan hanya di wilayah Kecamatan Sungai Kanan, dengan potensi menengah.

Kemudian Kabupaten Labuhanbatu dua Kecamatan Bilah Barat dan Bilah Hulu. Dengan potensi pergerakan tanah, berada di posisi menengah. Berikutnya di Kabupaten Asahan, di Kecamatan Aek Songsongan, Bandar Pasir Mandoge, Bandar Pulau. Potensi di tiga kecamatan ini berada pada posisi menengah.

Daerah yang mempunyai potensi menengah terjadi gerakan tanah pada zona jika curah hujan diatas normal. Terutama pada daerah berbatas dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan. Pada daerah berpotensi tinggi, terjadi pada zona terjadi gerakan tanah, jika curah hujan diatas normal. ***