Senin, 18 December 2017

Gubsu Tinjau Banjir Tebing Tinggi


#jack, medan

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi didampingi Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Serdang Bedagai Soekirman meninjau lokasi banjir yang melanda dua daerah tersebut, Minggu (3/12/2017).

Tengku Erry langsung mengelilingi lokasi pemukiman warga yang masih terendam air, walaupun banjir mulai surut, warga senang berdialog dan dikunjungi Gubernur. Saat berada di posko pengungsian, Tengku Erry menyerahkan sejumlah bantuan yang diperlukan.

“Hari ini sudah surut, semalam lebih 1 meter banjir, Pak,” ujar  Inun kepada Tengku Erry saat meninjau banjir di sekitar Jalan Bawang Putih, Lingkungan 6, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, sekira pukul 16.30 WIB.

Banjir yang melanda Tebing Tinggi, Sabtu (2/12/2017) sekira jam 07.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 2,3 meter di sekitar pinggiran sungai itu, membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga. “Tidak ada korban jiwa tapi banyak barang-barang tidak terselamatkan,” sebut Inun.

Warga yang ditemui Tengku Erry juga mengatakan walaupun banjir sudah mulai surut, namun warga masih trauma. Mereka takut banjir susulan akibat hujan yang terus di sekitar pegunungan. “Warga masih trauma dan takut. Banyak yang gak tidur karena ada kabar hujan di Sinda Raya,” terangnya.

Sementara, Gubsu Tengku Erry Nuradi menyampaikan keprihatinannya kepada masyarakat. "Hari ini kita datang untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat yang menjadi korban banjir. Kita ketahui memang belakangan ini, intensitas hujan cukup tinggi di hampir seluruh daerah di Sumatera Utara. Sehingga Tebing Tinggi menjadi kawasan yang paling parah terkena dampak banjir," ujar Erry.

Tengku Erry berharap bencana banjir bisa segera selesai dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. Sebab dengan kejadian ini, perekonomian warga terganggu.

"Ada tiga hal yang harus kita siapkan jika terjadi bencana. Pertama pencarian dan penyelamatan kepada korban, khususnya jika ada warga yang hilang. Kedua tanggap darurat, seperti mendirikan tenda, posko keamanan dan posko kesehatan dan sebagainya yang diperlukan untuk menangani korban," ujar Erry. ***