Kamis, 22 February 2018

Hati-hati Menggunakan ATM Bank Sumut Rugikan Nasabah

Manajemen Bank Sumut Tak Bertanggungjawab


# jack, medan

Hati-hati dan waspada menggunakan Automatic Teller Machine (ATM) milik PT Bank Sumut, walau telah terpotong, namun transfer tidak sampai dan merugikan nasabahnya. Bahkan ironisnya pihak manajemen Bank Milik Pemerintah daerah Sumut itu tak tanggungjawab.

Kejadian tidak mengenakan ini dialami oleh salah seorang nasabah bernama Zaman K Mendrofa yang mengalami kerugian karena bobroknya sistem pada mesin ATM dan sistem manajemen Bank Sumut yang tersebar di Kota Medan.

“Saya melakukan transaksi untuk pembayaran cicilan mobil dengan cara mentransfer ke Bank Permata dengan nominal Rp 3,340,000. Transaksi itu saya lakukan pada 24 Juni 2017 di ATM Bank Sumut Jalan Mandala By Pass. Dan transaksi saya berhasil. Saya juga menghubungi Call Center Bank Sumut ke nomor 14002 dan mereka menyatakan bahwa transaksi tersebut berhasil namun baru akan dibukukan pada tanggal 30 Juni 2017 mengingat tanggal 24 Juni 2017 telah memasuki libur nasional idhul fitri 1438 H,” ujar Zaman saat dijumpai di Bank Sumut Capem Pirngadi Medan , Jumat (28/7/2017).

Mengira bahwa transaksi pembayaran cicilan tersebut telah berhasil maka yang bersangkutan pun tenang tenang saja sampai akhirnya pada tanggal 6 Juli 2017 datang surat tagihan cicilan mobil dari pihak Leasing yang disertai dengan Denda keterlambatan bayar.

Mendapat surat tagihan seperti membuat Zaman K. Mendrofa terkejut karena sebelumnya transasksi telah dinyatakan berhasil. Yang bersangkutan kemudian mempertanyakan hal ini ke Bank Sumut Capem Pirngadi dimana yang bersangkutan terdaftar sebagai Nasabah.

“Pada tanggal 10 Juli 2017, saya mendatangi Bank Sumut Capem Pirngadi dan saya baru mengetahui kalau transaksi pembayaran yang saya lakukan pada 24 Juni 2017 ternyata Gagal,” gerutunya.

Sambil menahan kesal karena merasa dirugikan akibat kesalahan di jaringan ATM Bank Sumut, Zaman K. Mendrofa pun membuat laporan tertulis yang diterima oleh CS Bank Sumut Capem Pirngadi dan Ia (Zaman K. Mendrofa) disuruh menunggu proses pengembalian uang selama 14 hari kerja.

Setelah membuat laporan, Zaman K. Mendrofa juga menghadap ke Kepala Cabang Pembantu Pirngadi untuk memohon secara lisan bantuan dan kebijakan untuk percepatan pengembalian uang tersebut namun yang bersangkutan tetap disuruh menunggu selama 14 hari kerja.

“Saya juga mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp ke Dirut Bank Sumut tentang hal ini, namun pesan hanya di baca tanpa respon. Akhirnya saya terpaksa menunggu dan mengikuti prosedur mereka (Bank Sumut),” katanya.

Namun sangat disayangkan, setelah 14 hari kerja sesuai dengan SOP mereka (Bank Sumut) pada Jumat (28/7/2017) setelah di cek ternyata uangnya belum juga dikembalikan oleh Bank Sumut.

Alhasil, Zaman K. Mendrofa pun emosi dan marah sembari mempertanyakan kenapa hal ini bisa terjadi. Namun jawaban dari pihak Bank Sumut sangat tidak memuaskan.

“Jelas saya marah di kantor Bank Sumut yang ada di Pirngadi. Dengan gampangnya mereka meminta maaf dan mengatakan akan mengecek laporan saya kembali dan berkordinasi soal hal ini. Mereka tidak memikirkan resiko keterlambatan pembayaran cicilan saya yang harus saya tanggung dengan membayar denda,” gerutunya.

Terkait masalah ini, Sekretaris Bank Sumut, Datuk Sulaiman mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar masalah yang menyangkut nasabah atas nama Zaman Karya ini.

“Kami sudah berkordinasi antar lintas sektor dan mempertanyakan kenapa hal ini terjadi,” kata Datuk.

Ditanya kapan pihak Bank Sumut mengembalikan uang sebesar Rp 3,340,000, pihaknya tidak bisa memastikan karena beralasan harus berkordinasi dengan sektor lain.

“Tidak bisa saya pastikan satu atau dua hari uang nasabah atas nama Zaman Karya bisa dikembalikan. Takutnya kalau saya bilang dua hari, rupanya dalam dua hari belum keluar juga, jadi terkesan saya menipu disitu,” katanya seraya menyatakan ditunggu saja, pasti uangnya dikembalikan. ***