imbc/pc
Pacaran, siapa yang tidak mengetahui kegiatan yang benar-benar identik dengan remaja ini? Mungkin sama dengan anda di jaman dulu kala. Tetapi beda jaman, beda gaya berpacara. Kecenderungan pacaran yang lebih berani pada saat ini, membuat anda sebagai ornagtua ketar-ketir.
Agar anda lebih rileks dalam memandang hubungan pacaran pada remaja anda ada baiknya anda mengikuti tulisan ini. Berikut tips untuk orangtua yang anak remajanya tengah jatuh cinta :
- Memaksa anak bercerita soal pacarannya malah bisa membuat anak semakin tertutup.
- Kadang remaja pacaran karena tekanan kelompok pertemanan yang membuat mereka malu jika berbeda sendiri. Beri pemahaman jika dia bisa menjadi teman yang baik, maka teman-temannya tidak akan menjauhinya meski ia tidak ikut berpacaran.
- Sebaiknya orangtua mengenal ayah dan ibu teman sepermainan anak sehingga bisa saling berbagi informasi.
- Kenali keluarga teman anak agar kita tahu apakah di rumah teman itu ada pengawasan yang baik.
- Kalau pacar anak Anda sudah berani datang sendirian ke rumah, hargai keberaniannya. Jangan terus diusir. Toh, lebih baik mereka di rumah daripada keluyuran kemana-mana.
- Waspada jika anak lebih sibuk pacaran ketimbang belajar, misalnya. Ajak bicara tentang masa depan mereka.
- Yakinkan anak bahwa apapun yang terjadi, orangtua selalu bisa menerima mereka. Dengan begitu anak akan lebih terbuka soal dirinya termasuk soal pacarannya.
- Bekali anak dengan pengetahuan seputar kesehatan reproduksi agar ia bisa mengerti apa yang tengah dihadapi dan resiko yang bisa terjadi. Anak yang terlatih berpikir soal resiko akan lebih siap menjaga dirinya. ***