Darma Wanita Harus Berbasis Pengetahuan dan Informatika

>>imbc, medan
    Para wanita yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan kedepan diharapkan harus berbasis pengetahuan dan informatika yang sangat mempengaruhi kualitas wawasan dalam pengambilan keputusan.
    Demikian Ketua Umum Darma Wanita Persatuan Pusat Ny Nila F Moeloek dalam sambutan dibacakan Ny Hj Chairuddin P Lubis yang juga isteri Rektor USU Prof DR Chairuddin P Lubis, Senin (21/12), pada puncak HUT ke-10 Darma Wanita Provsu.
    "Dharma Wanita Persatuan berbasis pengetahuan yang mempunyai potensi dan kreatif akan menjadi aset lebih berharga bagi bangsa dengan tidak melupakan Korpri sebagai mitra sejajar yang diharapkan akan membawa bangsa ini menjadi lebih sejahtera," ujarnya.
    Pada acara Puncak HUT ke-10 Dharma Wanita Persatuan tingkat Provinsi Sumut juga diluncurkan website Dharma Wanita Persatuan Sumut yang akan memberikan akses informasi dan komunikasi lebih luas bagi peningkatan pengetahuan dan wawasan segenap anggota Dharma Wanita Persatuan Sumut.
   Sementara itu Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumut Ny Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho yang juga isteri Wagubsu H Gatot Pujo Nugroho menyatakan, para isteri pegawai negeri sipil (PNS) mempunyai peran cukup besar untuk menangkal para suami mereka untuk tidak terlibat dalam berbagai indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
  Oleh sebab itu, kesadaran dan keteguhan para isteri untuk menghempang para suaminya tidak terlibat hal-hal menyimpang dalam tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat harus terus ditingkatkan.
   Pada acara dihadiri Assisten Hukkesos Setdaprovsu H Asrin Naim atas nama Gubsu H Syamsul Arifin SE, Ny Hj Sutias mengajak segenap anggota Dharma Wanita yang notabene para isteri PNS agar menciptakan iklim kondusif dalam rumah tangga masing-masing dengan pola hidup sederhana dan apa adanya dengan mensyukuri yang ada sehingga para suami tidak terdorong melakukan penyimpangan demi mengejar material.
Secara luas Ny Hj Sutias memaparkan peran kaum perempuan termasuk para isteri PNS sangat strategis dan memiliki andil besar dalam pembangunan karakter bangsa yang dimulai dari kelompok terkecil di masyarakat yakni keluarga.
   "Anggota Dharma Wanita Persatuan haruslah tampil percaya diri dan pandai mengukur kemampuan dan potensi serta bakat yang dimilikinya sehingga timbul keberanian dengan semangat tinggi berperan aktif berdampingan dan tampil sebagai partner suami dalam usahanya memberikan kesejahteraan labhir bathin kepada putera dan puterinya. Dalam hal ini para isteri hendaklah tetap mengacu kepada aspek legalitas dan moral, sehingga suami bekerja taat azas dan bermoral pula," ujarnya. ***