>>imbc, jakarta
Presiden RI H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan perlindungan kaum perempuan tidak bisa dipisahkan dengan perlindungan anak. Karenanya jangan biarkan anak tersesat dan terjebak dalam persoalan hukum.
Penegasan ini disampaikan Presiden SBY pada peringatan puncak Hari Ibu ke-81 tahun 2009 di Sasono TMII Jakarta, Selasa (22/12).
"Berikan kepedulian, kasih sayang, pendidikan dan tanggung jawab orang tua kepada anak," tegas Presiden dihadapan Ibu Negara Ny Hj Ani Bambang Yudyono dan Ny Herawati Budiono, para pimpinan lembaga negara, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para Gubernur dan walikota se-Indonesia.
Presiden dalam kesempatan ini juga memberikan penghargaan tertinggi Anugrah Ekapraya Utama untuk yang ke empat kalinya kepada Gubsu H Syamsul Arifin SE, Gubernur Jatim dan Gubernur Jateng.
Sementara itu 19 gubernur dan bupati serta empat menteri (Menteri PU Joko Kirmanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrrawati, Meneg Koperasi dan UKM Syarif Hasan dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih) masing masing menerima penghargaan kategori Anugrah Madya dan Pratama.
Dalam rangka Hari Ibu dan Perlindungan Anak ini Sumut juga memperoleh 5 kategori penghargaan masing masing Pengelola Terbaik Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita, Menuju Keluarga Sehat Sejahtera dimenangkan Kepala Desa Ahunatas Kabupaten Tobasa, Pengelola Terbaik Progran Bina Keluarga Balita dimenangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tobasa, Pengelola Terbaik Kecamatan Sayang Ibu dimenangkan Kecamatan Medan Barat dan Pengelola Terbaik Rumah Sakit Sayang Ibu dimenangkabn RSU Kota Tebing Tinggi. Para Pemenang tersebut hadir bersama Gubsu.
Lebih lanjut Persiden menyatakan agar semua pihak harus mencegah diskriminasi pada kaum perempuan. Ia juga mengingatkan tantangan hari ini dan ke depan adalah membangun karakter dan budi pekerti bangsa. Demokrasi dan kebebasan yang dibangun adalah nilai yang beretika, berahlak, berbudi pekerti.
"Kita bangun karakter, perilaku fitnah, berkata kasar kita hindari," pinta Presiden seraya meningatkan bahasa menunjukkan bangsa dan peradaban bangsa sumber kemajuan dan inilah tanda sebuah bangsa yang besar. ***