Maraimbang Daulay MA :

'Fadli, Chairul Tak Pernah Di PW GP Ansor Sumut"

>> achmad, medan
            Mantan anggota Dewan Penasehat Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP Ansor) 2005-2009 Maraimbang Daulay MA mengingatkan kepada Pimpinan Cabang (PC) yang menjadi peserta pada Konferwil GP Ansor Sumut agar berhati-hati dalam menentukan Ketua GP Ansor Sumut mendatang.
"Pilihlah ketua yang benar-benar kader GP Ansor yang meniti karir dari tingkat bawah jangan pilih kader instan (karbitan) karena kader instant ini dikhawatirkan memiliki kepentingan tertentu yang sifatnya sesaat ditambah lagi dengan tidak ada pengetahuannya tentang internal dan permasalahan yang dimiliki oleh GP Ansor Sumut saat ini,'kata Maraimbag kepada sejumlah media cetak dan elektronik sekala lokal dan nasional, Minggu (17/1) di Medan.
Maraimbang yang juga Mantan Wakil Ketua GP Ansor Sumut 2000-2005 ini mengungkapkan sejumlah nama yang muncul dan mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari PC GP Ansor Kabupaten/Kota di Sumut diantaranya Fadli Yasir, Chairul Idham Dalimunthe sangat asing di kalangan GP Ansor sebab sepengetahuan saya kedua nama ini sejak lima tahun belakangan ini tidak pernah berkecimpunng di organisasi GP Ansor.
"Saya hanya mengingatkan jangan sampai ada oknum-oknum mengaku Ansor ketika akan terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Ansor baik itu di tingkat pusat,wilayah,cabang,anak cabang maupun ranting.Nanti kalu terpilih sebagai Ketua GP Ansor di masing-masing tingkatakn kita mengkawatirkan kerjaannya hanyalah 'menjual'GP Ansor untuk kepentingan pribadinya semata seperti untuk kepentingan Pilkada mendapatkan proyek di lingkungan pemerintahan'kata Maraimbang lagi.
Mantan Ketua Koordinator Cabang PMII Sumut ini menegaskan GP Ansor memiliki mekanisme yang tersistematis dalam merekrut anggotanya dari tingkat pusat sampai di tingkat ranting seperti yag tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) GP Ansor pasal 21 bab Keanggotan untuk pegurus pimpinan wilayah disebutkan bahwa seorang Anggota Gerakan Pemuda Ansor dapat dipilih menjadi pengurus Pimpinan Wilayah dengan syarat :

a. Pernah menjadi pengurus Pimpinan organisasi Gerakan Pemuda Ansor atau badan otonom, lembaga dan lajnah di lingkungan NU lainnya sekurang kurangnya 4 (empat) tahun.b. Berusia tidak lebih dari 45 (empat puluh lima) tahun ada saat dipilih.c. Berakhlakul karimah, berprestasi, berdedikasi tinggi dan loyal kepada organisasi.d. Mampu dan aktif menjalankan organisasi.
"Untuk menjadi pengurus saja Ansor sudah memiliki sistem penjaringan yang cukup ketat yang tujuannya adalah agar orang-orang yang ada dalam pengurus tersebut benar-benar ingin membesarkan Ansor apalagi untuk menjadikan seseorang menjadi ketua tentunya memiliki kriteria yang sangat ketat dan merupakan kader tulen bukan karbitan.Sebab kalau kader karbitan nanti hanya numpang nama dan kerjaannya hanya jualan Ansor saja,'ucap
Maraimbang.
Endang Shobirin Harus Cek SK Pimpinan Cabang Pada kesempatan itu Maraimbang mengingatkan kepada Ketua Caretake PW GP Ansor Sumut yang dipercayakan kepada Endang Sobirin agar benar-benar melihat SK PC Ansor Kabupaten/Kota sebab banyak diindikasikan SK PC Ansor terbit tidak melalui prosedur yang ada seperti adanya rekomendasi pengurus PC NU di Kabupaten/Kota tersebut."Saya khawatir SK PC GP Ansor saat ini dibuat hanyalah untuk memenuhi syarat Konferwil semata sehingga orang-orang yang duduk di dalamnya tidak diyakini merupakan orang yang berdomisi di daerah tersebut. ***