Menghindari Kehilangan Barang dan Markus PT Sumut Diperketat

>> luqman, medan
          Akibat seringnya terjadi kehilangan barang barang berupa sepatu para pegawai, Pengadilan Tinggi (PT) Sumut melakukan pengamanan super ketat.dilingkungannya. Bahkan saat para wartawan ingin menanyakan permasalahan tersebut kepada Humas PT Sumut, Profesor Jatinar Nababan SH dijegat petugas jaga PT Sumut.
"Mau kemana bang, tolong tulis dulu formulir tamu ini," kata salah seorang petugas jaga kepada wartawan yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (22/1). Mendengra hal tersebut, para wartawan heran dan menanyakan kenapa harus mengisi formulir tamu, padahal sebelumnya PT Sumut tidak pernah meminta seperti itu.
Mendengar pertanyaan para wartawan, petugas tersebut lalu menjelaskan bahwa sering terjadi kehilangan barang barang, maka dilakukan seperti ini. "Kami melakukan ini, karena sering kehilangan barang dan menghindari masuknya Markus," cetus petugas tersebut.
Sementara Humas PT Sumut Profesor Dr Jatinar Nababan SH kepada wartawan menjelaskan, pengamanan ini dilakukan sesuai dengan instruksi dari Mahkamah Agung. Namun dirinya tidak membantah bahwa memang sering terjadi pencurian dilingkungan PT Sumut.
"Pengamanan ini dilakukan sesuai dengan instruksi MA. Tapi selain itu, memang sering terjadi kehilangan beberapa sepatu milik para pegawai dan bahkan sepatu yang ada di Musallah," kata Jatinar sambil menunjuk kearah rak sepatu.
Disinggung tentang akibat pengamanan tersebut banyak para tamu yang kurang nyaman, hingga salah seorang hakim Tebingtinggi marah kepada petugas dan tidak adanya tempat tunggu untuk para tamu.
Jatinar mengatakan, memang itu merupakan prosedurnya dan kedepan akan dibuatkan kursi tunggu untuk para tamu yang berkunjung. "Kami akan mempersiapkan kursi untuk para tamu, namun bukan saat ini," kata Jatinar.
Ia menjelaskan, saat ini PT Sumut sedang mempersiapkan pembangunan gedung berlantai lima, dengan garasi mobil berada dibawah tanah."Gedung ini akan kita rubah menjadi berlantai lima, dengan dana berkisar antara Rp 5,5 Milyar," kata Jatinar mengakhiri. ***