>> imbc, medan
Pengamat ekonomi sosial, dr Sofyan Tan mengatakan, sudah saatnya PLN dialihkan ke swasta guna memperbaiki mutu, kinerja dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sofyan Tan menyatakan hal itu menyusul banyaknya peristiwa kebakaran akibat seringnya listrik byar-pet (hidup-mati) dan bahkan menimbulkan korban jiwa.
Menurut catatan wartawan, Dua bocah Edy Syahputra (12) dan Mario (10) tewas berpelukan di kamarnya di kawasan Jalan Perumnas Simalingkar Medan. Keduanya tidak menyadari lampu teplok yang dipasang sebagai pengganti listrik yang padam membakar kain dan kasur di kamarnya.
Tak hanya itu, di Deli Serdang, Dedi Pieter (24), mahasiswa Institut Injil Indonesia Batu Malang, Jawa Timur yang sedang praktek KKN di Deli Serdang tewas terpanggang dalam Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jalan Bukit Barisan Galang Kota Kecamatan Galang, Deli Serdang yang terbakar korsleting arus listrik.
''Saya mendukung upaya swastanisasi PLN, karena kurang efisiennya sektor publik, produktivitasnya yang rendah, dan kinerja pengelolanya yang payah. Jangan sampai memakan korban lebih banyak lagi,'' ujar Sofyan Tan kepada wartawan di Medan, Minggu (24/1).
Menurut Sofyan Tan, sedikitnya sektor yang paling terganggu akibat hidup-matinya listrik, yakni sektor pendidikan. Byar-pet nya listrik sangat menghambat upaya peningkatan sumber daya manusia bangsa Indonesia. Padahal, pemerintah pusat sudah berusaha sekuat tenaga mengalokasi anggaran untuk pos pendidikan sebesar 20 persen. ''Terkait hal ini, PLN juga tidak mendukung visi-misi Gubernur Sumut Syamsul Arifin, yakni rakyat tidak bodoh,'' imbuhnya.
Selain sektor pendidikan, pemadaman listrik juga dinilai berdampak pada penurunan produktifitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan juga usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut dia, kondisi ini sangat menganggu roda perekonomian dalam negeri. ''Bisa-bisa Indonesia tertinggal dalam perdagangan bebas yang sudah diberlakukan sejak 1 Januari lalu,'' paparnya.
KPK
Disinggung perlu-tidaknya dilakukan audit terhadap PLN, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda ini mengaku setuju. ''Kita menduga, ada penyimpangan terhadap pemeliharaan mesin. Untuk itu, kita meminta KPK segera turun tangan memeriksa dugaan ini,'' pinta Sofyan.
Sofyan menjelaskan, PT Telkom dulunya juga perusahaan monopoli milik pemerintah. Namun, di tengah perjalanannya, Telkom mengalami kendala dan dialihkan kepada pihak swasta. ''Sekarang, kita bisa lihat bagaimana majunya Telkom. PLN bisa meniru langkah ini. Seharusnya perusahaan monopoli saling berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,'' saran dia. ***