Rabu, 27 Januari 2010 - 11:03 WIB - admin
>>luqman, medan
Sehubungan adanya dugaan praktek percaloaan yang masih berada bebas dilingkungan Bandara Polonia diharapkan pihak pengelola bandara melakukan pengawasan dan menangkap pelaku calo yang dengan sengaja memperdaya dan menipu para korbannya.
Seperti yang dialami salah seorang TKI Nuri (22) warga Desa Sukadem Kabupaten Serdang Bedagai ini harus menelan pil pahit akibat ulah dua orang yang diduga sebagai calo dengan modus memberikan bantuan kepada dirinya namun belakangan menipu dirinya.
Dari hasil keterangan Nuri (22) saat membuat pengaduan di Pos Polisi Bandara Polonia Medan dengan didampingi ayahnya bernama Darussalam (53), mengaku bahwa peristiwa tersebut bermula saat mengurus kelengkapan berkas sebagai TKI.
Pasalnya, ketika saat akan berangkat ke Malaysia korban diperiksa petugas untuk melengkapi kelengkapannya, dimana sebelumnya Nuri pada 30 Desember 2009 lalu pulang ke kampung halamannya yang ketika itu membawa surat ijin cuti kerja.
Dimana Nuri tidak menyangka kalau petugas meminta untuk melampirkannya sebab "Saat kepulangan pertama, tidak ada diminta surat ijin cuti itu, tapi yang kedua ini justru diminta," jelasnya.
Namun tanpa disadari oleh korban percakapannya tersebut dengan petugas itu telah diintai oleh dua orang yang tak dikenal bahkan kedua orang yang diduga calo ini pun lantas mendatangi korban dengan mengatakan bahwa semenjak tadi keduanya telah mendengarkan percakapan korban dengan petugas bandara, untuk itulah mereka menawarkan jasa untuk mempermudah permasalahan tersebut.
Karena percaya dengan keduanya maka korban memberikan sejumlah uang yang ditransfer oleh majikan korban melalui rekening namun setelah uang diberikan kedua calo tersebut pun menghilang. Bahkan untuk mengurus surat tadi korban harus mengurusnya sendiri.
Meski berkas kelengkapan sebagai TKI sudah lengkap, namun Nuri memutuskan untuk membantalkan keberangkatannya karena ragu. Padahal seharusnya pesawat Fair Fly yang ia tumpangi membawanya terbang ke Malaysia (take off) pukul 10.45 WIB.
"Saya ragu. Karena daripada urusan saat sampai di Malaysia rumit, jadi saya batalkan penerbangan. Tapi tiket sudah di booking majikannya saya, nanti pukul 17.45 WIB berangkat," kata Nur yang mengaku sudah 2 tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.
Sementara itu, Kepala Pos Polisi Bandara Polonia Medan, Aiptu S Sihombing, mengaku kasus ini akan dilimpahkan ke Polsek Medan Baru. "Untuk sementara waktu ini adalah tindakan penipuan. Dan ini akan dilimpahkan ke Polsek Medan Baru untuk di proses lebih lanjut," ujarnya. ***