Pemerintah Pusat Diminta Kucurkan Dana Reboisasi

>>nida, medan
    Pemerintah pusat diminta mengucurkan dana reboisasi guna penanaman kembali hutan di sejumlah kawasan khususnya kawasan Tapsel dan Madina yang rawan akan bencana alam.
    Hal ini menyusul banjir bandang yang melanda Desa Labuhan Rajoki dan Padan Silayu, Kota Padang Silayu, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Kota Padang Sidempuan, kemarin.
    "Pemerintah harus segera mengucurkan dana reboisasi untuk hutan di Tapsel dan Madina, agar hutan-hutan yang gundul tersebut dapat segera ditanami dan dihijaukan kembali," tutur Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapem) VI Kabupaten Tapanuli Selatan, Madina, Palas dan Paluta, Tiaisah Ritonga, Kamis (4/2), menanggapi banjir bandang yang terjadi di dua desa di Kota Padangsidempuan.
    Tiaisah yang juga Anggota Komisi B DPRD Sumut ini menilai, banjir bandang yang belakangan terjadi di sejumlah daerah di kawasan Tapsel dan Madina serta terakhir di dua desa di Kota Padang Sidempuan, merupakan dampak dari gundulnya hutan akibat aksi penebangan liar (illegal logging) yang terjadi di kawasan tersebut.
Dana reboisasi ini sendiri, menurut Tiaisah yang merupakan politisi Partai Demokrat ini, harus segera dikucurkan pemerintah agar kerusakan hutan dapat segera diantasipasi sebelum terjadi bencana-bencana yang lebih besar lagi akibat gundulnya hutan sebagai daerah resapan air.
    Menurut Tiaisah, hampir 70 persen daerah di daerah Tapanuli Selatan adalah kawasan hutan. Sehingga rusaknya hutan mengakibatkan masyarakat di sekitarnya menjadi terancam, khususnya bila terjadi hujan karena tak ada lagi daerah resapan air. "Sehingga terjadilah bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor seperti yang terjadi di beberapat tempat," ujarnya.
    Karena itulah, dia berharap dana reboisasi itu dapat dikucurkan pemerintah pusat, dengan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Sumut dan UPT terkait. "Kita harapkan pemerintah dapat mengantisipasi kerusakan jauh sebelum bencana yang lebih besar terjadi," kata Tiaisah Ritonga.
Sebagaimana diketahui, pada Rabu (3/2) sekira pukul 04.00 WIB, banjir bandang terjadi di Desa Labuhan Rajoki dan Padan Silayu, Kota Padang Silayu, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Kota Padang Sidempuan.
    Banjir bandang yang membawa serta kayu log ini membuat sedikitnya 6 rumah rusak parah, dan juga merusak ratusan rumah lainnya.
Pemko Padang Sidempuan sendiri saat ini terus berupaya mendata warganya yang terkena musibah, dan terus berkoordinasi dalam menyalurkan bantuan. ***