>>agus, medan
Banyaknya Ring Tones (nada dering) Hand Phone (HP) ayat ayat Al-Quran beredar dipasaran dan digunakan masyarakat sangat dikhawatirkan oleh Fraksi PKS DPRD Sumut.
"Beraneka ragamnya nada dering atau ring tones untuk HP itu memang tidak menjadi persoalan, tapi yang menjadi masalah jika ayat-ayat Al-Quran dijadikan nada dering untuk HP, tutur Anggota Fraksi PKS Taufik Hidayat, Jumat (5/1).
Awalnya, menurut Taufik, memang niat masyarakat baik dengan mendengarkan ayat-ayat suci tersebut. "Tapi kita khawatir jika lantunan ayat ayat di HP tersebut tidak pada tempatnya, seperti kamar kecil (WC) atau tempat-tempat yang kotor, ini yang menjadi masalah karena kita tahu ayat-ayat Al-Quran adalah kitab suci dan sakral yang disangsikan si pemilik HP tidak dapat mengontrolnya dan menggunakannya di sembarang tempat," kata Taufik.
Taufik menjelaskan, PKS saja melarang anggotanya menggunakan nada dering ayat-ayat Al-Quran, karena takut tidak dapat mengontrolnya. Tetapi jika menggunakan nuansa lagu nasid itu tidak masalah, karena memang lagu Islami.
Ditambahkan Taufik, jika menggunakan nada dering ayat-ayat Al-Quran,berarti sudah mengurangi kesakralan dari pada ayat suci tersebut. "Untuk itu kita minta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mempelajari dan meninjau ulang peredaran nada dering ayat-ayat Alquran di tengah-tengah masyarakat, memang niatnya bagus tetapi jangan salah kaprah tanpa disadari nantinya dan dapat mengurangi nilai nilai kesakralan dari ayat-ayat tersebut," ujar Taufik.
MUI juga diharapkan dapat mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat, agar masyarakat lebih mengerti.
Sementara Amsal Nasution yang juga dari Fraksi PKS juga membenarkan apa yang dikatakan Taufik. Menurutnya, negara Mesir saja sudah mengharamkan nada dering ayat-ayat Al-Quran. "Kita sendiri saja sudah memulainya dan itu dimulai dari Fraksi PKS agar tidak menggunakan nada dering ayat Al-Quran, yang dikhawatirkan kita sendiri tidak dapat mengontrolnya," ujar Amsal. ***