Penegak Hukum Didesak Usut Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS Paluta

>> nul, medan
         Anggota Komisi A DPRD Sumut, Sudirman Halawa meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan dugaan keterlibatan putra pejabat Paluta dalam seleksi CPNS Paluta 2009.
"Komisi A berkomitmen menindaklanjuti setiap kecurangan dalam seleksi CPNS di Sumut. Karena itu, laporan soal dugaan kecurangan di Paluta juga pasti akan kami tindaklanjuti," katanya kepada Mandiri di gedung DPRD Sumut, Senin (15/2).
Sudirman mengatakan, kasus dugaan kecurangan seleksi CPNS di Paluta menjadi menarik karena diduga melibatkan putra pejabat Paluta tersebut ikut mencalonkan diri dalam Pilkada Tapsel. Karena dikhawatirkan ajang seleksi CPNS itu digunakan untuk mengumpulkan modal mengikuti Pilkada.
Selain itu, Sudirman juga mengatakan DPRD Sumut akan segera membentuk pansus Seleksi CPNS di Sumut. Dan laporan soal dugaan kecurangan seleksi CPNS Paluta akan menjadi salah satu agenda utama pansus tersebut.
"Yang jelas, kita tidak ingin seleksi CPNS Paluta 2009 menjadi preseden buruk di kemudian hari. Karena itu, penuntasan dugaaan kecurangan tersebut harus dilakukan demi perbaikan seleksi CPNS di Sumut ke depan," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen, Jaringan Mahasiswa Pemantau Pemerintahan Tapanuli Bagian Selatan (JMPP Tabagsel), Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara, Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan dan Badko HMI Sumut mengatakan 75 persen peserta seleksi CPNS Paluta yang lulus disinyalir terindikasi melakukan kecurangan.
Mereka menduga ada mafia CPNS bergentayangan. Sebab, ada peserta seleksi CPNS Paluta 2009 yang tidak ikut ujian namun bisa lulus. Dan menurut pengakuan sejumlah peserta, mereka menyetorkan Rp120-150 juta agar bisa lulus. ***