Keterlaluan, Maling CPO Di Jalinsum “Main Paksa”

Kapoldasu Diharapkan Segera Bertinndak

>> zainul, rantauprapat
           Para supir truk pengangkut minyak crude palm oil (CPO) resah, akibat ulah preman yang memaksa mereka (Supir Truk ) berhenti, saat masuk kegudang penimbunan di pasar empat, Desa Terang Bulan dan Desa Sinar Toba Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara.
Seperti yang dialami salah seorang supir truk berinisial DS. Dia terpaksa berhenti dan masuk kegudang setelah mengalami penganiayaan oleh algojo suruhan mafia CPO illegal yang setiap harinya berjaga untuk mengintai supir truk yang melintas di jalan lintas sumatera (Jalinsum)tersebut.
" Kasihan mereka (Supir Truk-Red), kalau tidak mau disuruh berhenti dan masuk kegudang penampungan, para penjaga alias algojo suruhan mafia CPO itu akan melakukan penganiayaan," terang Jansen Nainggolan yang mengetahui persoalan itu kepada wartawan di Rantau Prapat, Minggu (21/2).
Dijelaskannya, kemarin seorang supir truk DS meneleponnya dan melaporkan tentang penganiayaan yang dialaminya. Itu kata Jansen karena DS tidak mau berhenti, dan disuruh masuk ke gudang. " Ini keterlaluan, tindakan mereka itu ala premanisme," terang Jansen.
Menurut Tokoh Pemuda yang juga Wakil Ketua Informasi Corupsion Watch (ICW) Labuhanbatu itu, ulah para mafia yang menyediakan penampungan illegal tersebut sangat meresahkan " tegas Jansen. ***