Pimpinan dan Komisi DPRDSU akan Datangi Kantor Pusat PLN

>>imbc, medan
   Para anggota DPRD Sumut baik di tingkat pimpinan hingga anggota semakin "gerah" dengan masih terjadinya pemadaman listrik di daerah ini.
    Apalagi pihak PT PLN sebagai perusahaan penanggungjawab listrik hanya mampu memberikan alasan-alasan "baheula'" yang bersifat nostalgia dalam upaya pihak manajemen PLN untuk membela diri. 'Listrik cuma listrik hidup," ujar Wakil Ketua DPRD Sumut Sigit Pramono Asri kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Selasa (23/2).
   Menurut Sigit seluruh anggota DPRD Sumut juga sudah kesal dengan alasan-alasan yang dilontarkan pihak PLN mengenai pemadaman listrik. "Itu cuma alasan nostalgia, pemadaman akibat kurang energi dan mesin rusak," kesal politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.
   Menurut Sigit pihaknya sudah rapat di tingkat pimpinan dewan membahas soal PLN yang kini dianggap sudah sangat meresahkan masyarakat dan berdampak sistemaatic. Pemadaman bahkan sudah mengganggu segala sektor, ekonomi, budaya, keagamaan hingga kegiatan masyarakat. Selain itu, lanjut Sigit juga sudah banyak alat-alat rumah tangga yang rusak dan kereusakan-kerusakan lainnya di segala sektor tanpa ada pertanggungjawaban yang konkrit dari pihak PLN.
   Saat ini, sebutnya masyarakat ibarat tikus yang mati di lumbung padi. Potensi kelistrikan cukup besar sepertri di Asahan maupun PT Inalum, namun masyarakat justru hidup dsalam kegelapan.
"Padahal sebenarnya hanya tinggal melakukan interkoneksi saja, seperti dengan PLTU Labuhan Angin Tapteng dan Pangkalan Susu," ujar Sigit.
   Namun kenyataannya, cetus Sigit, Gubernur Sumut pun akhirnya dibuat 'lemas' oleh pihak PLN yang mengklaim masih ada pemadaman di Sumut hingga Mei 2010.
Sehingga pihak pimpinan dewan beserta pimpinan Komisi DPRD Sumut dalam waktu dekat ini, kata Sigit akan mendatangi kantor pusat PLN di Jakarta, guna mempertanyakan persoalan ini. "Kalau bisa dalam minggu ini kita sudah jadualkan waktunya," ujarnya lagi.
Namun dia mengaku enggan mengkaitkan soal pemadaman yang memang berlaku secara nasional.    "Kita nantinya akan bicara dan memperjuangkan Sumut, karena di daerah ini yang paling parah pemadamannya," tegasnya. ***